Meski Dihapus, Bagaimana Donald Trump Unggah Video di Media Sosial Bernuansa Rasis?

Tangkapan layar video Barrack-Michelle Obama berbadan kera. (IST)
Tangkapan layar video Barrack-Michelle Obama berbadan kera. (IST)
0 Komentar

Anggota DPR Republik dari New York, Mike Lawler, menyebut unggahan itu “salah dan sangat ofensif, baik disengaja maupun tidak,” serta meminta agar segera dihapus disertai permintaan maaf.

Kritik berlanjut meski video telah diturunkan. Senator Republik dari Utah, John Curtis, menyatakan video tersebut “secara terang-terangan rasis dan tidak dapat dibenarkan.” Ia menambahkan, video itu seharusnya tidak pernah diunggah atau dibiarkan beredar begitu lama.

Menurut laporan CBS, mitra BBC di AS, anggota DPR Florida Byron Donalds—pendukung lama Trump yang kini mencalonkan diri sebagai gubernur—menghubungi Gedung Putih setelah video itu beredar. Donalds diberi tahu bahwa unggahan tersebut merupakan kesalahan staf yang “mengecewakan presiden.”

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

BBC mengonfirmasi telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta penjelasan mengenai siapa saja yang memiliki akses ke akun presiden serta bagaimana mekanisme persetujuan unggahan dilakukan.

Dalam pernyataan sebelumnya kepada BBC, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut video itu sebagai “meme internet yang menggambarkan Presiden Trump sebagai Raja Hutan dan Partai Demokrat sebagai karakter dari The Lion King.” Ia juga meminta media “menghentikan kemarahan palsu.

Sebelum dihapus, Presiden Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Kulit Berwarna (NAACP), Derrick Johnson, menyebut video tersebut “menjijikkan dan sangat tercela.” Ia menuduh Trump berupaya mengalihkan perhatian publik dari kasus Epstein dan kondisi ekonomi yang memburuk.

Mantan Wakil Penasihat Keamanan Nasional era Obama, Ben Rhodes, mengatakan bahwa Trump dan para pendukungnya akan dikenang secara negatif, sementara keluarga Obama akan dikenang sebagai figur yang dicintai publik Amerika.

Gubernur Illinois JB Pritzker secara singkat menyatakan bahwa “Donald Trump adalah seorang rasis.” Kantor Gubernur California Gavin Newsom juga mengecam unggahan tersebut dan mendesak seluruh anggota Partai Republik untuk mengecamnya.

Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries menyebut Trump sebagai “tokoh yang keji dan tak terkendali,” serta meminta semua politisi Republik secara terbuka mengecam apa yang ia sebut sebagai “kebencian yang menjijikkan.”

0 Komentar