KPAI: Diduga Ada Pungutan Sumbangan Rp1 Juta di Sekolah Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT

Anggota KPAI Diyah Puspitarini. (Foto: KPAI Dyah Puspitarini )
Anggota KPAI Diyah Puspitarini. (Foto: KPAI Dyah Puspitarini )
0 Komentar

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan pihak sekolah anak yang mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga memungut sumbangan sebesar Rp1 juta per anak.

“Memang ada sumbangan yang senilai Rp1 juta dan itu adalah sumbangan yang disepakati oleh sekolah dan komite. Uang ini uang komite,” kata Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, saat dihubungi, Jumat (6/2/2026) dilansir dari Antara.

Selain memungut sumbangan, diduga pihak sekolah juga mengumumkan anak-anak yang belum membayar sumbangan yang diminta.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

KPAI pun meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengecek kebenaran mengenai dugaan ini.

“Meskipun informasi dari sekolah tidak ada pembicaraan (sumbangan) di depan anak, kami meminta Kemendikdasmen untuk mengecek kebenaran itu. Kami juga minta konfirmasi kepada orang tua karena pihak orang tua menyampaikan bahwa ada pengumuman siapa anak yang belum membayar,” kata Diyah Puspitarini.

Sebelumnya, pada Kamis (29/1), YBR (10), seorang siswa kelas 4 SD Negeri di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya.

Selama ini korban tinggal bersama neneknya yang berusia lanjut, sementara ibunya berinisial MGT (47) tinggal di kampung lain bersama dua saudara korban. Sementara dua saudara tiri korban sudah berusia dewasa dan merantau ke Papua dan Kalimantan.

Ibu korban menafkahi lima anak, termasuk korban. Korban adalah anak bungsu dari lima bersaudara.

Ayah kandungnya pergi merantau saat korban masih di kandungan ibunya, dan hingga kini tak pernah kembali.

0 Komentar