Bagaimana Editor Senior Desk Timur Tengah BBC, Mantan Unit Propaganda CIA dan Kolaborator Mossad?

Raffi Berg
Raffi Berg
0 Komentar

Email yang bocor dari Berg mengungkapkan bahwa ia mendorong wartawan untuk menyajikan serangan itu sebagai operasi yang bertujuan mengakhiri tembakan roket dari Gaza. “Dengan demikian ia membingkai Hamas sebagai agresor,” catat MintPress News.

Selama perang genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza, dalam peran barunya sebagai kepala redaksi, Berg diduga membantu mengubah jaringan itu menjadi propaganda Israel yang sistematis. Ini menurut seorang wartawan yang dikutip oleh investigasi Drop Site.

“Hampir setiap koresponden yang Anda kenal punya masalah dengannya. Dia telah disebut dalam beberapa rapat, tetapi (manajemen) mengabaikannya begitu saja,” kata jurnalis lain.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Menurut investigasi Drop Site, Berg diduga telah melakukan penyuntingan prapublikasi yang ekstensif terhadap cerita orang lain dan mengubah kerangka berita untuk melindungi srael dari kesalahan.

Salah satu contoh yang dikutip oleh laporan tersebut ialah liputan BBC terkait kematian Muhammed Bhar, seorang pria Palestina dengan Sindrom Down, yang dibunuh oleh tentara Israel dengan menggunakan anjing penyerang. Bhar yang terluka dibiarkan mati kehabisan darah karena tentara menolak memberikannya bantuan medis.

“Di bawah pengawasan Berg, judul beritanya ialah Kematian Pria Gaza yang Kesepian dengan Sindrom Down. Hanya setelah protes besar-besaran di seluruh dunia, BBC mengubah kerangkanya untuk mencatat apa pun tentang bagaimana Bhar menemui ajalnya,” catat laporan tersebut.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa meskipun ada keluhan internal terhadap Berg, yang menandai bias dan pendekatannya yang tidak profesional, BBC telah memberikan dukungan tegas untuknya dan pekerjaannya.

Liputan media Barat tentang perang genosida Israel di Gaza telah diteliti karena diduga menutupi fakta dan meremehkan kejahatan perang Israel. Liputan tersebut juga dikritik karena mendukung beberapa narasi palsu yang disebarkan oleh Israel.

Laporan CNN

Menurut investigasi Al Jazeera pada Oktober tahun lalu, CNN menayangkan laporan yang memperkuat klaim palsu mengenai keberadaan Hamas di dalam Rumah Sakit Anak al-Rantisi di Gaza yang dibom oleh Israel.

Editor Diplomatik Internasional CNN Nic Robertson, yang merupakan salah satu dari sedikit jurnalis internasional yang diizinkan masuk ke Gaza oleh tentara Israel, diperlihatkan suatu dokumen di dinding rumah sakit, yang ditulis dalam bahasa Arab, yang menurut juru bicara IDF Daniel Hagari merupakan bukti Hamas menggunakan fasilitas itu untuk menyembunyikan tawanan Israel.

0 Komentar