Jaksa Federal sebelumnya telah mengajukan permohonan penghentian perkara setelah kematian Epstein pada 10 Agustus 2019, yang dinyatakan sebagai bunuh diri.
Trigger Warning:
Artikel ini menyinggung tentang bunuh diri. Informasi dalam artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa.
Jika Anda, teman, kerabat, atau keluarga memiliki kecenderungan bunuh diri, segera hubungi bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, atau dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Layanan dari Kementerian Kesehatan dapat dihubungi di nomor 119 ext 8 atau healing119.id.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Hampir empat tahun kemudian, AP memperoleh lebih dari 4.000 halaman dokumen terkait kematian Epstein dari Biro Penjara federal melalui Undang-Undang Kebebasan Informasi. Dokumen itu mencakup rekonstruksi psikologis terperinci dari peristiwa yang menyebabkan Epstein bunuh diri. Selain itu, terdapat pula riwayat kesehatannya, laporan internal lembaga, email dan memo, serta catatan lainnya.
Secara keseluruhan, dokumen-dokumen yang diperoleh AP pada Kamis (1/6/2023) memberikan rincian paling lengkap sejauh ini mengenai penahanan dan kematian Epstein, serta kekacauan yang terjadi setelahnya. Catatan-catatan itu membantu menghapus banyak teori konspirasi yang menyelimuti kasus bunuh diri Epstein, menggarisbawah betapa kegagalan mendasar di Biro Penjara – termasuk kurangnya jumlah staf dan karyawan yang mengambil jalan pintas untuk mengatasi masalah – berkontribusi pada kematian Epstein.
Hal itu semua menjelaskan tanggapan biro penjara federal yang karut marut setelah Epstein ditemukan tidak responsif di dalam selnya, di Pusat Pemasyarakatan Metropolitan di kota New York, yang kini telah ditutup.
Dalam satu email, seorang jaksa yang terlibat dalam kasus kejahatan Epstein mengeluhkan kurangnya informasi dari Biro Penjara pada jam-jam kritis setelah kematiannya. Ia menulis bahwa “terus terang tidak dapat dipercaya” bahwa lembaga itu menerbitkan siaran pers publik “sebelum memberi tahu kami informasi mendasar agar kami dapat menyampaikannya kepada pengacaranya, yang dapat menyampaikannya kepada keluarganya.”
Dalam email yang lain, seorang pejabat tinggi Biro Federal membuat pernyataan palsu kepada direktur lembaga tersebut, bahwa reporter berita pasti membayar pegawai penjara untuk memperoleh informasi mengenai kematian Epstein, karena mereka memberitakan rincian kegagalan lembaga tersebut – meragukan etika jurnalis dan pegawai lembaganya sendiri.
