“Saya ingin Brunel tahu bahwa ia tidak lagi memiliki kekuasaan atas saya. Saya adalah wanita dewasa sekarang dan saya memutuskan untuk menuntut pertanggungjawaban atas apa yang dilakukannya kepada saya dan banyak orang lain.” ujarnya dikutip NBC News (26/4/2025).
Giuffre pindah ke Australia bersama suaminya, Robert Giuffre, beberapa tahun sebelum penangkapan Epstein pada 2019, dan pasangan ini memiliki tiga anak.
Selain terlibat dalam kasus-kasus hukum besar, Giuffre juga sempat muncul dalam pemberitaan terkait tokoh publik seperti Donald Trump dan Bill Clinton, namun dalam klarifikasi hukum kemudian, ia menegaskan tidak memiliki bukti atau pengalaman langsung terkait dugaan pelecehan oleh Trump atau Clinton.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Memoarnya yang diterbitkan secara posthumous (setelah seseorang meninggal dunia), Nobody’s Girl, menekankan pengalamannya bekerja di Mar-a-Lago dan interaksi profesionalnya dengan Trump, tanpa menuduh adanya pelecehan.
ABC Net menyebut bahwa pada tahun 2009, Virginia Giuffre mencapai kesepakatan sipil dengan Jeffrey Epstein untuk menyelesaikan tuduhannya bahwa Epstein telah mempekerjakannya sebagai “sexual servant” ketika masih remaja di properti Palm Beach, Florida.
Kesepakatan itu memberikan pembayaran sebesar $500.000 kepada Giuffre dan mencakup klausul pelepasan tanggung jawab untuk “orang atau entitas lain” yang mungkin bisa menjadi tergugat atas klaim Giuffre.
Giuffre menuntut Prince Andrew karena menuduhnya melakukan pelecehan seksual ketika masih di bawah umur di rumah Ghislaine Maxwell di London dan di dua properti Epstein. Prince Andrew menolak tuduhan tersebut, menyatakan tidak pernah bertemu atau melakukan hubungan dengan Giuffre, dan menilai gugatan itu hanya sebagai upaya Giuffre untuk memperoleh keuntungan finansial.
Virginia Giuffre meninggal dunia pada 25 April 2025 dalam usia 41 tahun. Keluarga mengatakan jika Giuffre meninggal karena bunuh diri.
“Dengan hati yang hancur, kami mengumumkan bahwa Virginia meninggal dunia tadi malam di pertaniannya di Australia Barat. Ia kehilangan nyawanya karena bunuh diri, setelah menjadi korban pelecehan seksual dan perdagangan seks seumur hidup,” kata keluarganya dalam pernyataan kepada NBC News.
“Virginia adalah pejuang yang gigih dalam memerangi pelecehan seksual dan perdagangan seks. Dia adalah cahaya yang mengangkat begitu banyak penyintas. Pada akhirnya, dampak pelecehan begitu berat sehingga Virginia tidak sanggup lagi menanggung bebannya,” imbuh pernyataan tersebut.
