“Saya mengenal Anda [Epstein] dan Giselle Maxwell dari mantan manager hotel saya, Nicholas Simmonds dan Edwina. Kami bertemu Anda di kantor Anda bersama Nicholas waktu itu, dan saya biasanya bersama teman perempuan saya yang bekerja sebagai tukang pijat di Parrot Cay,” tulis Kafrawi.
Pada salinan email yang lebih lama, tertanggal 4 Oktober 2012, Kafrawi sepertinya telah berupaya untuk bertemu dengan Epstein. Dalam email itu, Kafrawi memperkenalkan diri sebagai orang Indonesia, dan mengungkapkan keinginannya untuk bertemu.
“Saya akan berada di Washington mulai 24 April hingga 5 Mei. Beritahu saya jika Anda ingin bertemu!” tulis Kafrawi.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Epstein membalas pesan itu dengan pesan yang singkat: “Bagus”. Tidak jelas apakah mereka telah bertemu atau tidak.
Namun, dalam email lainnya, Kafrawi tampak mendapatkan perhatian dari Epstein. Melalui email tertanggal 28 April 2014, Kafrawi memberikan informasi kontaknya kepada Lesley Groff, terduga kaki tangan Epstein dalam skandal kejahatan seksual selain Ghislaine Maxwell.
“Saya biasanya akan luang sekitar pukul 20.00 waktu Bali-Indonesia,” tulis Kafrawi, tampak seperti tengah menjadwalkan janji temu virtual via Skype.
Selain salinan email tersebut, Kafrawi juga muncul dalam sejumlah dokumen lain, seperti curriculum vitae, surat lamaran kerja, hingga berkas visa.
Akan tetapi, dalam Epstein Files, sejauh ini tak ada bukti bahwa Kafrawi terlibat dalam skandal kejahatan seksual Epstein. Seluruh dokumen terkait Kafrawi dalam Epstein Files hanya menunjukkan upaya menjalin kerja sama profesional tanpa unsur pidana.
