“Mereka merilis banyak foto anak di bawah umur tanpa sensor, yang jelas-jelas melanggar privasi gadis-gadis tersebut. Hal ini tidak dapat diterima berdasarkan hukum,” kata Lieu.
Sebelumnya, pada Senin, Wall Street Journal melaporkan bahwa terdapat dokumen korban yang luput disensor dalam FilesEpstein yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ). Wall Street Journal melaporkan setidaknya ada 43 korban yang identitasnya tak disensor dalam Epstein Files.
Trump dan Epstein Pernah Dituduh Memperkosa, Tapi Tuntutan Dicabut
Sekitar sembilan tahun yang lalu, Trump dan Epstein pernah digugat di pengadilan pada 2016 karena kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah umur. Menukil The Guardian, gugatan itu dilayangkan oleh terduga korban yang menyatakan pernah diperkosa Trump saat ia berusia 13 tahun.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Dalam gugatannya, korban yang tak disebutkan identitasnya itu menyatakan bahwa Trump dan Epstein memperkosa dirinya pada 1994. Saat itu dirinya berusia 13 tahun dan sedang bercita-cita menjadi model.
Menurut korban, Trump memperkosa dirinya di rumah Epstein di Manhattan. Pemerkosaan itu juga disebutkan terjadi dalam pesta-pesta yang diselenggarakan Epstein.
Akan tetapi, gugatan terhadap Trump dan Epstein pada 2016 itu dicabut pihak pelapor secara tiba-tiba sebelum persidangan sempat berjalan. Menurut salah satu pengacara korban, gugatan dicabut setelah adanya “banyak ancaman” kepada korban.
“Dia sudah berada di sini sepanjang hari, siap melakukan [kesaksian], tetapi sayangnya dia sangat ketakutan,” kata pengacara Lisa Bloom pada hari sidang pembacaan kesaksian korban dibatalkan.
Meskipun belum benar-benar disidangkan, namun pihak Trump membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai tuduhan yang telah direkayasa. Kala itu, Trump tengah mempersiapkan pencalonannya sebagai Presiden AS dalam pemilu.
“Ini pada dasarnya adalah gugatan palsu yang diajukan oleh seseorang yang ingin mempengaruhi pemilihan presiden,” kata Alan Garten, seorang pengacara untuk Trump Organization.
