WAKIL kepala badan intelijen militer Rusia, Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev dirawat setelah mengalami penembakan.
“Alexeyev saat ini dirawat di rumah sakit pada Jumat 6 Februari setelah ditembak beberapa kali di dalam sebuah bangunan tempat tinggal di Moskow,” kata para penyelidik Rusia, seperti dikutip dari Meduza.
Komite Investigasi Rusia mengatakan seorang penyerang tak dikenal melepaskan tembakan dan melarikan diri dari tempat kejadian. Alexeyev dibawa ke rumah sakit Moskow.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Kondisinya belum diungkapkan secara resmi. Namun, sebuah sumber penegak hukum mengatakan kepada media propaganda negara Rusia RT bahwa sang jenderal dalam kondisi serius.
Saluran Telegram Mash dan Baza, yang dikenal karena hubungannya dengan dinas keamanan Rusia, melaporkan bahwa sang jenderal ditembak di punggung.
Kasus pidana telah dibuka dengan tuduhan percobaan pembunuhan dan kepemilikan senjata api ilegal.
Alexeyev telah menjabat sebagai wakil kepala pertama GRU sejak 2011. Investigasi oleh Radio Free Europe telah mengidentifikasinya sebagai salah satu pejabat senior yang mengawasi formasi “sukarelawan” Rusia yang berperang di Ukraina.
Pada Juni 2023, Alexeyev ikut serta dalam pembicaraan dengan Yevgeny Prigozhin selama pemberontakan Wagner, bersama dengan Wakil Menteri Pertahanan Yunus-Bek Yevkurov.
Ia juga telah dikenai sanksi oleh pemerintah Barat. Pada Desember 2016, pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepadanya atas serangan siber yang bertujuan memengaruhi pemilihan presiden AS. Pada tahun 2019, Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepadanya terkait dengan kasus keracunan yang dialami Sergei Skripal di Inggris.
