Penyebutan kedua nama Sri Mulyani muncul dalam dokumen Epstein Files yang memuat kliping pemberitaan The New York Times berjudul “Pollution Killed 7 Million People Worldwide in 2012, Report Finds”, yang terbit pada 25 Maret 2014 serta penyebutan ketiga dalam sebuah artikel bacaan.
Kedua artikel tersebut mengulas dampak serius polusi udara terhadap kesehatan global berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan studi Bank Dunia, dengan fokus pada negara-negara Asia seperti Cina dan India.
Dalam artikel itu, Sri Mulyani disebut sebagai Managing Director World Bank yang memberikan pandangan mengenai tantangan reformasi pembiayaan dan tata kelola urbanisasi di Cina. Ia mengatakan, “Saya tidak melihat, setidaknya untuk saat ini, adanya kejelasan mengenai kapan target-target tersebut akan benar-benar tercapai.” Pernyataan tersebut merujuk pada ketergantungan pemerintah daerah Cina pada pengambilalihan lahan untuk membiayai infrastruktur kota serta belum jelasnya rencana reformasi sistem tersebut.
Nama Tokoh Indonesia Lainnya
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Selain Sri Mulyani, sejumlah tokoh Indonesia juga tercantum dalam Epstein Files dengan konteks yang berbeda. Menurut laporan dalam dokumen tersebut, nama Hary Tanoesoedibjo muncul dalam berkas yang membahas hubungan bisnisnya dengan Donald Trump, termasuk rencana proyek Trump Residences Indonesia di Bogor dan Bali. Dokumen itu juga menyinggung transaksi pembelian properti Trump di Beverly Hills.
Nama Eka Tjipta Widjaja tercantum dalam dokumen terkait penjualan properti mewah Donald Trump pada 2009 kepada entitas Swiss yang dikaitkan dengan keluarga Widjaja.
Sementara itu, nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga muncul dalam dokumen lain berupa kliping pemberitaan dan laporan analisis mengenai situasi politik dan ekonomi Indonesia. Nama Presiden RI ke-2 Soeharto juga muncul dalam dokumen usulan penulisan buku tentang dirinya yang diajukan kepada Jeffrey Epstein oleh seseorang bernama Gregory Brown.
Menurut katalog Epstein Files, pencarian dengan kata kunci Indonesia menemukan 902 berkas yang memuat nama pejabat dan pengusaha Indonesia. Hingga kini, belum ada temuan yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara tokoh-tokoh dari Indonesia tersebut dengan Jeffrey Epstein.
