Apakah Email Bill Gates-Jeffrey Epstein Bahas Agenda Rapat Kesiapan Pandemi Usulkan WHO dan ICRC Terlibat?

Dokumen dari tahun 2015 dan 2017 menghidupkan kembali perdebatan tentang persiapan dan spekulasi seputar pande
Dokumen dari tahun 2015 dan 2017 menghidupkan kembali perdebatan tentang persiapan dan spekulasi seputar pandemi.
0 Komentar

JUTAAN berkas Jeffrey Epstein, mendiang terpidana kejahatan seksual, yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat pekan lalu mengungkapkan bahwa pada email bertarikh 2015, miliarder Bill Gates berkomunikasi dengan Epstein mengenai “simulasi pandemi”. Salah satu email berjudul “Preparing For Pandemics” dikirim oleh orang yang namanya ditutup ke Epstein pada 20 Maret 2015.

Email tersebut melampirkan agenda rapat kesiapan pandemi dan usul untuk melibatkan World Health Organization (WHO) dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Dikutip dari Chosun Biz, orang tersebut mengatakan kepada Epstein “Seperti yang dimina, saya melampirkan draft agenda untuk pertemuan kesiapsiagaan pandemi,” dan berkata “Mari kita bahas Langkah selanjutnya, termasuk bagaimana secara resmi melibatkan WHO dan ICRC,”

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Harian Rusia Izvestia, pada Selasa melaporkan “File Epstein berisi diskusi antara Epstein dan Bill Gates tentang pemodelan pandemi dan proyek biomedis,” lapornya, yang memicu klaim bahwa orang tak dikenal di email 2015 adalah Bill Gates.

Menurut laporan tersebut, email ini pada 2017 pertama kali dikirimkan ke Bill Gates oleh seseorang dan diteruskan ke Epstein.

Surat tersebut membahas konsep untuk simulasi skenario wabah penyakit besar-besaran, riset neuroteknologi dan modeling penyebaran infeksi global.

“Diskusi semacam itu tentang skenario pandemi terjadi bertahun-tahun sebelum munculnya COVID-19.”

Pada Oktober 2019, Bill and Melinda Gates Foundation—yayasan yang didirikan Bill Gates dan mantan istrinya; Melinda—ikut mensponsori simulasi pandemi global bernama Event 201 yang diselenggarakan bersama Johns Hopkins Center for Health Security dan World Economic Forum.

Simulasi ini bertujuan menguji kesiapan dunia menghadapi wabah virus fiktif.

Namun, pihak Gates Foundation menegaskan bahwa Event 201 hanyalah latihan kesiapsiagaan, bukan perencanaan atau prediksi pandemi nyata.

Yayasan milik Gates selama ini telah berkontribusi pada berbagai proyek pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan obat-obatan dan vaksin.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Selama beberapa tahun, yayasan ini telah mendanai penelitian oleh Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency) tentang pengembangan vaksin.

0 Komentar