4 Episode Skandal Epstein di Antara Ancaman Perang Amerika Serikat-Iran

Dalam sebuah aplikasi untuk penggantian pada 26 Februari 1985, Epstein melaporkan bahwa dia saat itu tinggal d
Dalam sebuah aplikasi untuk penggantian pada 26 Februari 1985, Epstein melaporkan bahwa dia saat itu tinggal di London. (U.S. State Department)
0 Komentar

DI tengah peristiwa-peristiwa penting di tingkat global, termasuk ancaman pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran, dunia dikejutkan oleh bocoran informasi dari Departemen Kehakiman AS mengenai skandal yang dikelola dan dirancang oleh Jeffrey Epstein.

Skandal yang menurut surat kabar New York Times pada 3 Februari 2026 itu, berhasil mengumpulkan elite Washington (para pembuat keputusan politik), Wall Street dan Hollywood, serta elite global, dan mempekerjakan mereka.

Perhatian yang diterima skandal Epstein, setelah bocoran terbaru, menunjukkan sifat globalnya, dan pergeseran yang terjadi dalam dunia bisnis dan hubungan masyarakat. Berikut rangkuman “Epstein Gate”, atau skandal Epstein, dalam empat episode:

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Episode pertama, yang berpusat pada hubungan masyarakat dan mediasi, yang dilakukan Epstein, dengan imbalan, kesepakatan bisnis, preferensi, dan fasilitas

Babak kedua terjadi di Pulau Little James, atau “Pulau Setan”, tempat Epstein menjamu “sekte yang dimuliakan” dan “elite terpilih” untuk pesta-pesta liar, dengan hidangan favorit berupa gadis-gadis di bawah umur, disertai berbagai bentuk kemesraan

Dan episode ketiga, yaitu komunikasi dengan penanganan, yaitu apa yang terjadi di pulau itu terjadi secara terbuka, dengan merekam para pengunjungnya.

Data tersebut diserahkan kepada lembaga resmi negara-negara yang terkait dengan Epstein, dan beberapa penulis tidak menyembunyikan bahwa materi yang diperoleh Epstein berakhir di Mossad.

Sedangkan lingkaran keempat adalah pembentukan ideologi, yaitu bahwa pengunjung pulau Little James menganggap diri mereka sebagai penanggung jawab bumi, bahwa mereka adalah spesies manusia superior, dan bahwa dengan teknologi dan jaringan mereka dapat memecahkan masalah dunia, termasuk masalah Timur Tengah yang rumit.

Oleh karena itu, beberapa tamu istimewa yang hadir adalah para tokoh diplomasi di dunia Arab dan Israel, serta mereka yang menangani masalah ini di tingkat global, di Amerika Serikat dan Eropa.

Keempat episode tersebut bukanlah episode yang terpisah-pisah. Para tokoh dalam episode pertama yang berasal dari kalangan pengusaha dan politikus dapat menjadi tamu di Little James Island, dan episode pertama dan kedua dapat menjadi bahan informasi bagi badan intelijen, yang semuanya berkontribusi dalam pembentukan ideologi.

0 Komentar