Pada 21 November, Riley Walz menulis di akun X (@rtwlz) bahwa proyek tersebut pada dasarnya adalah kloning Gmail.
“Kami mengkloning Gmail, kecuali pengguna masuk sebagai Epstein dan bisa melihat email-emailnya,” tulisnya.
Dalam unggahan yang sama, ia menyebut proyek ini dibuat bersama Luke Igel dan membagikan tautan ke situs Jmail.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Lebih lanjut, pada 31 Januari, Walz mengabarkan di X bahwa tim Jmail sedang memproses hampir satu juta PDF yang baru dirilis pemerintah.
Ia menyebut bahwa sepuluh orang saat itu bekerja bersama-sama, menambahkan 300 GB dokumen ke arsip. Sementara proses pengolahan berjalan, dokumen mentah (raw PDFs) sudah diunggah di JDrive, yang bisa diakses publik di https://jmail.world/drive
Kehadiran Jmail menandai perkembangan baru dalam cara publik mengakses dan memahami dokumen Epstein.
Alih-alih harus membaca ribuan halaman PDF secara manual, pengguna kini dapat menelusuri arsip tersebut dengan cara yang lebih cepat dan transparan.
Tak hanya email, di Jmail, publik juga dapat mengakses foto, video, riwayat penerbangan, serta riwayat pembelian di Amazon oleh Epstein yang juga disusun dengan lebih tertata.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa Jmail hanyalah alat bantu eksplorasi dokumen, dan interpretasi isi email tetap menjadi tanggung jawab pengguna, terutama mengingat sensitifnya konteks dan nama-nama yang tercantum di dalam arsip tersebut.
Untuk mulai mengakses lebih banyak tentang Epstein Files dengan mudah, klik tautan berikut.
