DOKUMEN-dokumen dalam kasus Jefrrey Epstein atau Epstein Files berjumlah sekitar 3 juta halaman telah dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Untuk memudahkan publik mempelajari semua isi dokumen tersebut, muncul laman jmail.world.
Dua pengembang independen bernama Luke Igel dan Riley Walz, membuat sebuah arsip digital interaktif yang mereka sebut sebagai “workspace bergaya Google untuk berkas Epstein”.
Proyek ini bertujuan memudahkan publik, jurnalis, dan peneliti dalam menelusuri ribuan dokumen terkait Jeffrey Epstein dengan tampilan yang menyerupai kotak masuk email sungguhan.
Link Akses Jmail World
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Arsip Epstein Files yang berjumlah jutaan halaman tersebut diwujudkan Luke Igel dan Riley Walz ke dalam sebuah aplikasi web bernama Jmail World.
Jmail dapat diakses publik melalui situs jmail.world. Antarmuka Jmail dirancang menyerupai Gmail, sehingga pengguna seolah-olah sedang masuk ke akun email Epstein dan membaca isinya, termasuk siapa saja yang diajaknya berkomunikasi dengan email secara langsung.
Pengguna dapat membuka, mencari, menandai (star), dan menelusuri email berdasarkan topik maupun pengirim, layaknya menggunakan layanan email modern.
Jmail dibangun dari lebih dari 20.000 halaman dokumen milik Epstein yang dirilis oleh House Oversight Committee pada 12 November 2025.
Dokumen-dokumen tersebut sebelumnya tersedia dalam bentuk PDF hasil pemindaian, yang sulit ditelusuri secara manual. Untuk mengatasi hal ini, Walz dan Igel menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah dokumen hasil scan menjadi teks digital yang dapat dicari dan disusun ulang secara sistematis.
Email-email dalam arsip ini mencakup periode 2011 hingga 2019 dan melibatkan sejumlah nama besar yang pernah berkomunikasi dengan Epstein, termasuk Ghislaine Maxwell, Jes Staley, dan Larry Summers. Topik percakapan yang terdokumentasi sangat beragam, mulai dari urusan media, isu politik, bisnis, hingga komunikasi pribadi.
Menurut pengembangnya, tujuan utama Jmail adalah membantu kerja jurnalistik dan penelitian, dengan menyediakan akses yang lebih transparan dan terstruktur terhadap dokumen publik yang jumlahnya sangat besar. Mereka juga menyatakan bahwa arsip ini akan terus diperbarui seiring dengan rilis dokumen tambahan oleh Kongres Amerika Serikat.
