Saat ini, polisi masih mendalami motif siswa tersebut. Pelajar kelas IX ini ternyata memiliki hobi bermain game tembak-tembakan.
Hasil pendalaman sementara, aktivitas remaja pelaku di sekolah terbilang normal. Namun, tekanan dari lingkungan keluarga diduga menjadi pemicu utama yang kemudian diperparah oleh kebiasaan bermain gim tembak-tembakan di gawai.
“Kami tanyakan hobinya, ternyata dia gemar bermain game tembak-tembakan. Di sisi lain, anak ini punya cita-cita yang jelas, ingin menjadi mekanik. Artinya dia sebenarnya punya tujuan hidup,” jelas Kapolda Kalbar Irjen Pipit Rismanto, Rabu (4/1).
