WAKIL Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyoroti kasus siswa melempar bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar). Lalu menilai peristiwa itu menjadi peringatan serius terkait radikalisme.
“Jadi tadi lagi-lagi kita dapat berita yang tidak mengenakan, anak usia sekolah, hari ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu sebagai eksekutor untuk melaksanakan radikalisme,” kata Lalu kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Lalu mengatakan pengawasan orang tua serta guru penting untuk mencegah peristiwa serupa terulang. Dia menyebut ada pihak-pihak yang sengaja menyasar siswa di tengah upaya pemerintah membangun dan menata berbagai persoalan bangsa.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
“Kita tahu di saat negara kita hari ini sedang bangkit, sedang membangun, Presiden Prabowo Subianto sedang menata semua persoalan yang ada di republik ini, ada pihak-pihak yang tidak senang, ada pihak-pihak yang hari ini menggunakan kekuatan lain yang biasanya menggunakan orang dewasa, malah hari ini menyasar kepada siswa-siswi,” ucap Lalu.
“Di beberapa kejadian, siswa-siswi inilah yang dimanfaatkan untuk menjadi eksekutor dalam melaksanakan radikalisme itu tadi,” sambungnya.
Dia pun berencana mengundang Kemendikdasmen untuk membahas persoalan tersebut. Lalu menilai perlu ada solusi konkret dari permasalahan tersebut.
“Kami akan mengundang Mendikdasmen untuk membahas ini secara serius. Walaupun berkali-kali kami bahas, selalu ada solusi, tetapi begitu solusi diberikan muncul lagi,” ujar Lalu.
“Ini menjadi alarm bagi semua. Kalau orang mengatakan negara tidak hadir, negara itu hadir. Nah, sekarang kita cari salahnya di mana, sehingga ini terus berulang kembali,” imbuhnya.
Sebelumnya, seorang siswa kelas IX SMP Negeri 3 Sungai Raya diamankan polisi karena diduga sebagai pelaku pelemparan bom molotov di sekolahnya, pada Selasa (3/2). Bom molotov dilempar saat para siswa tengah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada jam istirahat. Satu pelajar menjadi korban terkena percikan benda dari molotov tersebut.
“Benar, telah terjadi dugaan pelemparan bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya. Terduga pelaku sudah berhasil kami amankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto, Selasa (3/2).
