Anda Tertarik Dokumen Video Epstein Files? Begini Cara Akses di Laman Resmi DOJ

Jeffrey Epstein. FOTO/ oversight.house.gov
Jeffrey Epstein. FOTO/ oversight.house.gov
0 Komentar

DEPARTEMEN Kehakiman AS (DOJ) memutuskan untuk menarik ribuan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein dari situs resminya setelah para korban menyatakan bahwa identitas mereka bocor ke publik. Berikut cara cek dokumen video Epstein Files.

DOJ mengaku menerima keluhan dari para korban yang mengaku jika identitas mereka terkuak setelah DOJ merilis tiga juta lebih dokumen file Epstein di laman resmi mereka.

Meski DOJ telah melakukan penyuntingan terhadap wajah dan juga bagian tubuh lainnya dari para korban, namun ternyata masih ada yang mengaku dapat dikenali oleh publik dari dokumen tersebut.

Mengapa DOJ Hapus Foto dan Video File Epstein?

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Dokumen Epstein Files tersebut sebelumnya dirilis sebagai bagian dari diberlakukannya The Epstein Files Transparency Act yang memerintahkan pemerintah membuka arsip kasus Epstein.

Namun dalam praktiknya ditemukan banyak kesalahan penyamaran data redaksi. Akibat kesalahan teknis atau kelalaian manusia tersebut, sejumlah file masih menampilkan nama, alamat email, foto telanjang, hingga wajah korban yang dapat dikenali, sehingga menimbulkan dampak serius bagi para penyintas.

Para pengacara korban menyebut kebocoran ini sebagai pelanggaran privasi yang sangat berat dan menyatakan bahwa kehidupan para penyintas terpengaruh akibat identitas mereka terekspos.

Sejumlah korban mengaku mengalami tekanan psikologis berat, menerima ancaman, bahkan merasa kondisi mereka menjadi mengancam keselamatan jiwa setelah data pribadi dan informasi sensitif mereka beredar luas di internet.

Para penyintas menegaskan bahwa mereka tidak seharusnya kembali “disebut, disorot, dan dilukai ulang” setelah bertahun-tahun berjuang memulihkan diri dari trauma.

Menanggapi protes tersebut, DOJ menyatakan telah menghapus semua dokumen yang dilaporkan bermasalah dan sedang melakukan peninjauan ulang untuk memastikan tidak ada lagi file yang memuat identitas korban secara terbuka.

“Semua dokumen yang diminta oleh korban atau pengacara untuk dihapus pada kemarin malam telah dihapus untuk penyuntingan lebih lanjut,” jelas DOJ dikutip BBC.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

DOJ mengakui bahwa kesalahan terjadi akibat faktor teknis maupun manusia, serta menegaskan bahwa perlindungan korban tetap menjadi prioritas utama.

Pemerintah juga menyampaikan bahwa hanya sebagian kecil dari jutaan halaman yang dirilis yang ditemukan masih memuat informasi sensitif tanpa penyuntingan sempurna, meskipun pihak korban menilai dampaknya tetap sangat serius.

0 Komentar