Melki mengungkapkan, sejak mengetahui peristiwa tersebut, ia langsung berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Ngada.
“Saya sejak awal tahu soal ini sudah langsung berkomunikasi dengan bupati dan wakil bupati Ngada, baik dari pemerintah dan swasta memang persoalan yang terjadi itu dari berbagai prespektif,” terang Melki.
Ia juga meminta pemerintah daerah bersama Pemprov NTT memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh keluarga korban.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalAnda Tertarik Kasus Jeffrey Epstein? Begini Cara Unduh dan Akses Dokumen Resmi Departemen Kehakiman AS
“Saya sudah minta bupati dan kami dari provinsi untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan keluarga korban,” tambahnya.
Menurut Melki, salah satu upaya Pemprov NTT untuk mengantisipasi kejadian serupa adalah melalui program rumah layak huni bagi warga kurang mampu.
“Kami dari provinsi juga memiliki program dengan rumah layak huni. Ini juga perlu kita dukung agar lebih pantas untuk ditinggali,” terangnya.
Ia menilai peristiwa tersebut menunjukkan perlunya penguatan sistem pengamanan sosial.
“Kami akan membuat sistem sosial baru, nanti ke depannya itu bisa membantu sistem yang sudah ada saat ini. Jadi dari kejadian ini, yang perlu kita perbaiki adalah sistem pengaman sosial yang memastikan kejadian seperti ini bisa dideteksi pada kesempatan pertama dan bisa langsung dibantu,” urainya.
Melki berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan meminta dukungan seluruh pihak.
“Saya berharap, kejadian ini menjadi kejadian terakhir yang terjadi dan nanti kita akan berbicara dengan semua pihak untuk memastikan semua sistem yang kita bangun di pemerintahan, agama, sosial dan budaya serta pendidikan bisa memastikan kejadian seperti ini harus bisa dicegah dan tidak boleh terulang lagi,” pungkasnya.
