Kasus Siswa SD Gantung Diri, Kapolda NTT Ungkap Motif Sementara Dipicu Faktor Ekonomi

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko. (Foto: dok Polri)
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko. (Foto: dok Polri)
0 Komentar

KAPOLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko mengungkap pihaknya langsung bergerak menindaklanjuti peristiwa meninggalnya YBR, 10, siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, yang ditemukan bunuh diri. Menurut Kapolda Rudi, motif sementara dipicu faktor ekonomi.

“Saya sudah memerintahkan Kapolres Ngada hari ini juga langsung ke rumah duka untuk memberikan bantuan, baik bantuan material maupun pendampingan mental kepada keluarga korban,” kata Rudi di Polda NTT, Rabu, 4 Februari 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), kata Rudi, motif sementara diduga dipicu faktor ekonomi keluarga. Korban disebut meminta dibelikan buku dan perlengkapan sekolah kepada ibunya, namun kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalAnda Tertarik Kasus Jeffrey Epstein? Begini Cara Unduh dan Akses Dokumen Resmi Departemen Kehakiman AS

“Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan dan kesehatan mental,” ujar dia.

Sebagai langkah lanjutan, Irjen Rudi mengatakan, Polda NTT akan segera meresmikan Rumah Bahagia yang berada di lingkungan Ditres PPA-PPO. Fasilitas ini akan menjadi pusat pendampingan korban dengan melibatkan Polwan bersertifikasi, Bhayangkari, serta mitra lembaga terkait untuk mendukung proses trauma healing.

Kapolda berharap keberadaan Ditres PPA-PPO dan Rumah Bahagia dapat memperkuat upaya pencegahan serta penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT.

0 Komentar