Implikasi bagi Peta Politik 2029
Pelemahan Partai Menengah: Migrasi elit ini dapat menggembosi kekuatan akar rumput partai asal, terutama di daerah pemilihan yang sangat bergantung pada ketokohan figur tersebut (seperti Ahmad Ali di Sulteng atau Rusdi Masse di Sulsel).
Potensi Ambang Batas Parlemen: Dengan masuknya “mesin-mesin suara” berpengalaman, peluang PSI untuk menembus Parliamentary Threshold pada Pemilu 2029 menjadi jauh lebih besar dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya yang hanya mengandalkan media sosial.
Sentralisasi Kekuatan
PSI kini sedang dipersiapkan menjadi kekuatan politik besar yang mampu menyaingi partai-partai tradisional dalam jangka panjang.
Tantangan dan Kritik
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalAnda Tertarik Kasus Jeffrey Epstein? Begini Cara Unduh dan Akses Dokumen Resmi Departemen Kehakiman AS
Fenomena ini tidak lepas dari kritik mengenai dinasti politik dan pragmatisme. Publik melihat bahwa kepindahan para politisi ini lebih didorong oleh keinginan untuk tetap relevan dalam kekuasaan daripada kesamaan ideologi. PSI juga menghadapi tantangan besar untuk menjaga identitas aslinya sebagai partai “idealis” di tengah masuknya para politisi kawakan yang membawa budaya politik “lama”.
Kesimpulan
Masuknya Jokowi ke lingkaran PSI telah mengubah partai ini dari partai “gurem” menjadi magnet baru bagi para petarung politik yang ingin memastikan posisi mereka aman di masa depan.
Penulis: Aris Armunanto, S.E.Ak., M.M., Kepala Kampus Politeknik LP3I Kampus Cirebon
