Epstein Files Jadi Sorotan Global Usai Pernyataan Mantan Agen CIA: Peran Jeffrey Epstein 'Access Agent'

Mantan perwira CIA John Kiriakou. (Foto: Jacquelyn Martin/AP)
Mantan perwira CIA John Kiriakou. (Foto: Jacquelyn Martin/AP)
0 Komentar

KONTROVERSI seputar Jeffrey Epstein yang telah lama beredar dalam dokumen-dokumen besar yang dikenal sebagai Epstein Files kembali mendapatkan sorotan global setelah pernyataan mantan agen CIA sekaligus pelapor pelanggaran (whistleblower) John Kiriakou.

Dalam wawancara kepada kanal YouTube Diary of a CEO, Kiriakou menyampaikan pandangannya bahwa kehidupan dan jaringan luas Epstein bukan sekadar akibat kekayaan, tetapi kemungkinan berakar pada perannya sebagai “access agent”atau aset intelijen asing yang menyediakan akses strategis kepada layanan intelijen untuk mendekati figur berpengaruh di panggung dunia.

Menurut Kiriakou, yang pernah bertugas di Central Intelligence Agency (CIA) selama bertahun-tahun, strategi agen intelijen modern sering menggunakan perantara untuk menjalin hubungan dengan individu yang secara langsung tidak bisa direkrut oleh badan intelijen itu sendiri.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalAnda Tertarik Kasus Jeffrey Epstein? Begini Cara Unduh dan Akses Dokumen Resmi Departemen Kehakiman AS

“Anda tidak merekrut seorang mantan presiden atau miliarder teknologi. Anda merekrut seseorang yang secara teratur memiliki akses kepada mereka dan membuat orang-orang itu merasa nyaman dan dihargai,” ujarnya menjelaskan karakter operasi seperti itu.

Dilansir dari The News Pakistan, Rabu (4/2/2026), Kiriakou menilai kekayaan luar biasa, properti mewah, dan gaya hidup Epstein yang flamboyan sangat konsisten dengan apa yang digambarkan dalam taktik intelijen tersebut.

Dia juga menyoroti laporan media yang menyebut bahwa rumah pribadi Epstein di Kepulauan Virgin Amerika Serikat dipasangi kamera tersembunyi di setiap sudut hingga di kamar mandi, yang bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan bukti yang memberatkan guna kepentingan pemerasan terhadap para tamu berpengaruh.

Kiriakou menekankan bahwa pernyataannya ini merupakan penilaian berdasarkan pengalaman dan bukan bukti langsung. Namun, ia mempertanyakan mengapa kesepakatan pembelaan pada tahun 2006 terhadap Epstein, dalam kasus kejahatan seksual terhadap anak di Florida, justru sangat ringan dibandingkan pedoman hukuman minimal yang lazim.

Kesepakatan itu membuat Epstein hanya menjalani masa tahanan rumah yang singkat, suatu hasil yang menurut Kiriakou tampak “tidak biasa” untuk terdakwa dengan tuduhan serius seperti itu.

Kiriakou juga merujuk pada Alexander Acosta, jaksa yang menangani kasus Epstein yang kemudian menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat. Berdasarkan laporan media, Acosta pernah mengakui bahwa ia diarahkan oleh pihak yang lebih tinggi untuk menawarkan kesepakatan hukum yang sangat ringan kepada Epstein. Menanggapi hal itu, Kiriakou menilai bahwa fakta tersebut membuka kemungkinan adanya tekanan politik di tingkat senior pemerintahan.

0 Komentar