Dokumen Jeffrey Epstein: Krisis Reputasi Bill Gates Saat Road to 2045

Bill Gates terlihat bersama Jeffrey Epstein di foto tahun 2011. Foto melalui NY Post
Bill Gates terlihat bersama Jeffrey Epstein di foto tahun 2011. (Foto melalui NY Post)
0 Komentar

RILIS jutaan halaman dokumen Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman AS pada awal Februari 2026 memicu krisis reputasi baru bagi Bill Gates, tepat saat Gates Foundation tengah memacu ambisi “Road to 2045”. Melinda French Gates, dalam wawancara terbaru di podcast NPR, menegaskan bahwa mantan suaminya harus bertanggung jawab secara pribadi atas tuduhan perilaku masa lalu yang terungkap dalam dokumen Epstein tersebut.

Guncangan Reputasi di Tengah Target Besar

Dunia filantropi global dikejutkan dengan rilis 3,5 juta halaman dokumen Epsteinyang diperintahkan oleh undang-undang transparansi terbaru di Amerika Serikat. Nama Bill Gates kembali terseret dalam draf email tahun 2013 yang berisi klaim sensitif mengenai kehidupan pribadinya, termasuk tuduhan terkait penyakit menular seksual dan hubungan dengan sejumlah perempuan asal Rusia.

Isu ini muncul di saat krusial bagi yayasan tersebut yang telah menetapkan target “Road to 2045”. Rencana besar ini bertujuan untuk menghabiskan seluruh dana abadi yayasan—yang jika dikonversi mencapai ribuan triliun Mata Uang Rupiah—guna memberantas polio, malaria, dan kemiskinan sebelum yayasan tersebut resmi ditutup secara permanen pada tahun 2045.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalAnda Tertarik Kasus Jeffrey Epstein? Begini Cara Unduh dan Akses Dokumen Resmi Departemen Kehakiman AS

“Apa pun pertanyaan yang masih tersisa bagi orang-orang yang disebutkan di sana, termasuk mantan suami saya, mereka harus menjawabnya sendiri, bukan saya,” tegas Melinda French Gates dalam wawancara podcast NPR “Wild Card”, Selasa (3/2/2026).

Dampak Terhadap Program Road to 2045

CEO Gates Foundation, Mark Suzman, mengklaim bahwa restrukturisasi organisasi dan penyempitan fokus prioritas telah dilakukan sebelum dokumen ini dirilis ke publik. Yayasan kini memfokuskan 70 persen sumber dayanya pada kesehatan ibu dan anak serta pemberantasan penyakit menular di negara-negara berkembang.

Namun, para analis kebijakan internasional menilai bahwa skandal ini dapat menggerus “moral authority” yang selama ini menjadi modal utama Bill Gates dalam melobi pemimpin dunia. Ketidakpastian reputasi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kemitraan strategis dalam proyek Horizon1000, sebuah kolaborasi berbasis AI untuk memperkuat layanan kesehatan di Afrika yang menjadi pilar Road to 2045.

Bantahan Keras Pihak Bill Gates

Menanggapi laporan yang viral di berbagai media internasional, juru bicara Bill Gates mengeluarkan pernyataan resmi yang sangat keras. Pihak Gates menyatakan bahwa dokumen tersebut tidak berisi bukti korespondensi langsung dan hanya merupakan draf sepihak yang dibuat oleh Epstein.

0 Komentar