Menurut amatannya, masih banyak kawan-kawan yang di belakang Listio Sigit Prabowo yang ‘ingin menjadi Kapolri’. “Namun, bercokolnya Listio Sigit Prabowo ini menjadikan para jenderal yang saya kira juga banyak yang masih baik, jadi terkendala dan terhambat. Ini saya kira problem besar,” ungkap Bahar.
“Jadi ada satu adagium kalau seorang pemimpin bercokol terlalu lama akan cenderung korup, arogan, merasa tidak pernah memiliki kesalahan. Jadi dari bedah buku yang dilakukan Pak Amin, memang Pak Amin sangat serius memperhatikan lembar demi lembar halaman dari buku yang saya tulis Rapot Merah Sang Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini,” katanya.
“Jadi kalau diibaratkan mungkin dia ini seharusnya tidak naik gitu loh Tapi karena KKN dengan Pak Jokowi dulu ya kemudian dititipin kepada Pak Prabowo mungkin juga ya Tapi ada berita terbaru yang cukup menarik Termasuk saya kira walaupun ini tidak ada di dalam buku tapi perkembangan terakhir itu kan Pak Kapolri ingin jadi petani terus Pak Kapolri tidak mau berada di bawah kementerian bahkan ada yang ada yang bilang Pak Susno Duadji bilang sebenarnya Polri itu di bawah kementerian wanita pun harusnya enggak apa-apa asalkan sistem dan organisasinya tetap profesional. Jadi ini yang saya kira juga mungkin nanti akan kita tambahkan untuk edisi berikutnya kalau cetakan buku yang pertama ini 20 ribu eksemplar telah habis. Cetakan kedua akan kita naikkan lagi dengan tambahan-tambahan info yang terbaru,” tutur Bahar.
Baca Juga:Anda Tertarik Kasus Jeffrey Epstein? Begini Cara Unduh dan Akses Dokumen Resmi Departemen Kehakiman ASPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
“Alhamdulillah buku ini luar biasa banyak sekali peminatnya ada yang lewat digital ada yang lewat fisik ya saya terharu saya bersyukur saya merasa mendapat kehormatan Walaupun di sisi lain kawan-kawan sejawat, teman-teman alumni dari Gajah Mada banyak yang nyinyir kepada saya, tapi sudah biasa hal seperti itu. Nyinyir tanda tidak mampu itu biasa,” pungkasnya.
Sementara, Amien Rais saat menerima kunjungan sahabat lamanya, Ahmad Bahar, di kediamannya di Yogyakarta, membawa sebuah buku setebal 229 halaman berjudul Raport Merah Sang Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Ahmad Bahar membawa buku setebal 229 halaman, berjudul ini. Raport Merah Sang Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” ujarnya, Senin (2/2).
