Indonesia Tercatat dalam 902 Dokumen Terbaru Jeffrey Epstein

Nama Hary Tanoesudinbjo disinggung dalam dokumen Epstein Files yang beredar pada Februari 2026
Nama Hary Tanoesudinbjo disinggung dalam dokumen Epstein Files yang beredar pada Februari 2026
0 Komentar

INDONESIA turut tercatat dalam jutaan dokumen terkait kasus predator seksual Jeffrey Epstein yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat pada pekan lalu.

Dokumen itu diunggah di situs Kementerian Kehakiman AS dan bisa diakses untuk publik.

Saat memasukkan kata Indonesia di kolom pencarian, hasilnya terdapat 902 dokumen dengan pembahasan yang berbeda-beda.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalAnda Tertarik Kasus Jeffrey Epstein? Begini Cara Unduh dan Akses Dokumen Resmi Departemen Kehakiman AS

Namun, mayoritas dokumen terkait pengiriman barang, bukti invoice dan lampiran lain ke Amerika Serikat.

Selain itu, beberapa file mencantumkan nama Indonesia merujuk ke artikel berita yang dijadikan bahan briefing. Misalnya laporan dari JP Morgan pada 2014.

“From: US GIOSent Fri 7/25/2014 11:03:38 PMSubject: The J.P. Morgan View : Risks and timing.”

Laporan itu memuat alokasi aset global dan situasi ekonomi secara umum yang bisa menguntungkan atau merugikan AS.

“Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Pekan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar,” demikian laporan di JP Morgan.

“Meskipun calon presiden Prabowo kemungkinan akan menggugat hasil ini, para ahli strategi kami menolak intervensi konstitusional apa pun (ASEAN Equity Strategy, A. Srinath dkk., 13 Juli),” lanjut mereka.

“Kami tetap optimistis terhadap prospek peningkatan tata kelola pemerintahan dan reformasi struktural yang seharusnya memberikan dorongan siklus bagi pasar saham Indonesia setelah pemerintah terbentuk (lihat Indonesia, Sin Beng Ong, 22 Juli).”

Baca Juga:Prabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti KenaAlan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan Michele

Selain itu, ada pula laporan yang menyertakan situasi atau kejadian di Indonesia meski lagi-lagi merujuk ke artikel berita.

“From: [alamat email yang diblok hitam]”To: [alamat email yang diblok hitam]”Subject: 22 January 2021”

“Terror cells in Indonesia continue to recruit and plot attacks amid COVID-19,” demikian judul berita dari Channel NewsAsia yang terlampir dalam file tersebut.

Di dokumen terpisah, nama Indonesia juga masuk dalam laporan daily briefing Indonesia. Di file yang lain, dalam buletin yang disebut The Shimon Post, juga sempat menyinggung Indonesia dan presiden kedua, Suharto.

Buletin tersebut menceritakan gejolak politik dk berbagai negara dengan mencantumkan sejumlah tulisan dari para pengamat, lembaga think tank atau media.

0 Komentar