Dokumen yang dirilis ini juga meragukan klaim resmi Mantan Pangeran Inggris Andrew mengenai hubungannya dengan Epstein. Email Maret 2011 menunjukkan kontak masih berlangsung empat bulan setelah Andrew mengaku mengakhiri kontak dengan Epstein.
Dalam pesan kepada Epstein dan Ghislaine Maxwell terkait tuduhan yang dihadapinya, Andrew menulis, “Saya tidak bisa menanggung ini lagi dari pihak saya.”
Selain itu, Epstein menegaskan bahwa Virginia Giuffre memang berada di pesawatnya dan difoto bersama Andrew, dengan mengatakan, “Ya, dia ada di pesawat saya dan difoto dengan Andrew, seperti banyak karyawan saya.”
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalAnda Tertarik Kasus Jeffrey Epstein? Begini Cara Unduh dan Akses Dokumen Resmi Departemen Kehakiman AS
Tak hanya tokoh politik dan anggota keluarga kerajaan, jurnalis Michael Wolff juga muncul dalam banyak email, memberikan saran informal kepada Epstein mengenai hubungannya dengan Trump.
Pada 2015, Wolff menasihati, “Biarkan dia menjebak dirinya sendiri” jika ditanya soal hubungan mereka, yang bisa memberi Epstein “nilai PR dan politik yang berharga.” Tak lama sebelum Pemilu 2016, Wolff menulis, “Ada kesempatan untuk berbicara soal Trump minggu ini yang bisa menarik simpati besar. Tertarik?”
Epstein juga berusaha memengaruhi kebijakan luar negeri. Menjelang pertemuan Presiden Trump dengan Vladimir Putin pada 2018, ia menulis kepada Thorbjørn Jagland, mantan Perdana Menteri Norwegia, agar menyarankan kepada Putin bahwa Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dapat memperoleh wawasan melalui pembicaraan dengan Epstein.
Selain itu, ia mengklaim pernah membahas Trump dengan Vitaly Churkin, duta besar Rusia untuk PBB sebelum meninggal, dan menambahkan, “Churkin memahami Trump setelah percakapan kami. Hal ini tidak rumit, dia harus terlihat mendapat sesuatu.”
Selanjutnya, pada Januari 2010, investor biotek Boris Nikolic menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Dalam kesempatan itu, Epstein mengirim pesan menanyakan, “Ada kabar baik?” Nikolic menjawab bahwa ia telah bertemu “teman Anda” Bill Clinton, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dan Andrew terkait pertanyaan tentang Microsoft, serta menambahkan, “Akan menyenangkan jika Anda ada di sini.”
Selain itu, Epstein juga menjalin komunikasi dengan Sultan Ahmed bin Sulayem, pengusaha Emirat, yang memuji Bannon: “Kami telah menjadi teman, Anda akan menyukainya.” Sulayem menanggapi, “Trump tidak menyukainya.”
