Bagaimana Dokumen Rahasia Ini Ungkap Tuduhan Kontroversial Soal Trump, Israel dan Epstein dengan Intelijen?

Nama Donald Trump tercantum dalam buku kontak Jeffrey Epstein. - (US Department of Justice )
Nama Donald Trump tercantum dalam buku kontak Jeffrey Epstein. (US Department of Justice )
0 Komentar

PUBLIK internasional kembali diguncang oleh rilis dokumen rahasia dari arsip Jeffrey Epstein yang baru-baru ini dibuka oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (U.S. Department of Justice/DOJ).

Di antara jutaan halaman berkas tersebut, sebuah dokumen FBI tertanggal 2020 memuat tuduhan kontroversial mengenai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dugaan keterlibatan Israel, dan hubungan Epstein dengan intelijen asing.

Dokumen ini merupakan bagian dari penyelidikan FBI terhadap kemungkinan pengaruh asing maupun domestik terhadap proses politik dan pemilihan umum di AS. Memo yang kini dideklasifikasi itu bersumber dari seorang confidential human source (CHS), yang menyediakan informasi sensitif terkait jaringan sosial dan politis di sekitar Trump.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalAnda Tertarik Kasus Jeffrey Epstein? Begini Cara Unduh dan Akses Dokumen Resmi Departemen Kehakiman AS

Dilansir dari Middle East Eye, Selasa (3/2/2026), memo tersebut menyatakan bahwa Trump “telah dikompromikan oleh Israel.” Pernyataan ini muncul dalam konteks pembahasan pengaruh luar terhadap kepresidenan Trump, termasuk dugaan upaya sebuah organisasi untuk memengaruhi jalannya pemerintahan.

Memo FBI itu menyebut Chabad‑Lubavitch, gerakan Yahudi ultra-Ortodoks yang didirikan di Rusia dan kini memiliki sekitar 90.000 anggota, sebagai kelompok yang menurut sumber rahasia (CHS) berusaha memengaruhi masa jabatan pertama Trump sebagai Presiden AS.

Dalam memo tertulis, “CHS memberi tahu bahwa Chabad melakukan segala yang mereka bisa untuk mengooptasi kepresidenan Trump.”

Dokumen ini juga menyoroti peran Jared Kushner, menantu Trump, yang disebut sebagai pendukung kunci Chabad serta figur penting dalam lingkaran dalam pemerintahan.

Sumber memo menegaskan, “Trump telah dikompromikan oleh Israel. Dan Kushner adalah otak sebenarnya di balik organisasi dan kepresidenannya.”

Selain itu, memo yang beredar menyebutkan bahwa Epstein diyakini menjadi agen Mossad yang direkrut. Sebagai informasi, Mossad adalah badan intelijen luar negeri Israel yang bertugas melakukan operasi spionase, pengumpulan informasi strategis, dan operasi rahasia lintas negara.

Menurut laporan Middle East Eye, dokumen tersebut juga menyoroti hubungan panjang Epstein dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, termasuk klaim bahwa Epstein mendapat pelatihan mata-mata di bawah pengawasannya. Keduanya diketahui menjalin relasi selama lebih dari satu dekade, dengan Barak tercatat mengunjungi rumah Epstein di New York lebih dari 30 kali antara 2013–2017.

0 Komentar