MENTERI luar negeri (Menlu) dari negara-negara ASEAN mengisyaratkan keterbukaannya untuk mengadopsi usulan Filipina terkait kesepakatan bersama untuk memfasilitasi kerja sama maritim serta pasukan penjaga pantai di Asia Tenggara.
Sebagai pemegang keketuaan ASEAN 2026, Filipina mengusulkan pengesahan Deklarasi ASEAN tentang Kerja Sama Maritim dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang dijadwalkan Mei 2026 mendatang.
“Kami menyambut usulan Filipina untuk mengadopsi Deklarasi ASEAN tentang Kerja Sama Maritim dalam KTT ke-48 ASEAN, yang akan mengidentifikasi inisiatif kerja sama maritim secara spesifik,” tulis pernyataan pers yang disampaikan setelah pertemuan ASEAN Foreign Ministers Meeting (AMM) Retreat di Cebu, Filipina, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Terkait usulan ini, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Filipina untuk urusan ASEAN Dax Imperial menyampaikan bahwa Manila mengharapkan tercapainya konsensus dalam kerja sama penjaga pantai dan pusat maritim ASEAN.
“Kami mengharapkan sebuah konsensus dalam rangka kerja sama antara pasukan penjaga pantai dan pendirian pusat maritim ASEAN,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Meski tak membeberkan lebih lanjut, Dax Imperial memastikan bahwa inisiatif-inisiatif yang akan masuk dalam deklarasi tersebut masih harus dirundingkan bersama oleh negara-negara anggota ASEAN.
Di samping mendorong kerja sama konkret dalam aspek kemaritiman, Filipina juga akan mengupayakan percepatan penyelesaian Code of Conduct (CoC) untuk Laut China Selatan antara ASEAN dan China.
Usulan Deklarasi ASEAN tentang Kerja Sama Maritim tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran Filipina dan negara-negara anggota ASEAN lainnya atas ketegangan yang terjadi di Laut China Selatan.
Terpisah, Menlu RI Sugiono menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap Kepemimpinan Filipina di ASEAN tahun 2026, yang mengusung tema “Navigating Our Future, Together”. Ia menegaskan, tema tersebut sangat relevan dengan situasi terkini yang terus menguji sentralitas dan kesatuan ASEAN.
“Tema kepemimpinan tahun ini mengingatkan kita bahwa negara anggota ASEAN berada dalam satu perahu yang sama, sehingga kita harus kuat dan bersatu dalam menavigasikan masa depan bersama,” kata Sugiono yang turut hadir dalam AMM Retreat itu.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah isu kawasan, antara lain, situasi di Myanmar dan perbatasan Thailand-Kamboja. Para Menlu ASEAN menyepakati bahwa penyelesaian kedua masalah tersebut memerlukan pendekatan yang konstruktif.
