CHIEF Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani meyakini kinerja bursa saham Indonesia akan semakin membaik dan mampu membangun kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Menurut Rosan, tingkat kepercayaan investor asing terhadap suatu negara kerap diawali dari penilaian mereka terhadap kondisi pasar modal. Pasar modal dinilai menjadi indikator awal sebelum investor memutuskan untuk menanamkan modal secara langsung.
Hal tersebut dikatakan Rosan dalam Dialog Pelaku Pasar Modal bertajuk 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
“Kepercayaan terhadap pasar modal merupakan indikator utama bagi investor asing. Investasi di pasar modal bersifat lebih likuid dan jangka pendek dibandingkan investasi langsung. Jika pasar modal kita dipercaya, maka investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) ke Indonesia akan mengikuti,” kata Rosan.
Rosan menilai penunjukan jajaran pimpinan baru di sektor pasar modal menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor.
Ia menyebutkan sejumlah nama, di antaranya Friderica Widyasari Dewi sebagai ketua dan wakil ketua dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi selaku kepala eksekutif pengawas pasar modal OJK, Jeffrey Hendrik sebagai penjabat sementara direktur utama BEI, Idin Pardi sebagai direktur utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta Samsul Hidayat sebagai direktur utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Dengan jajaran pimpinan tersebut, Rosan optimistis tata kelola dan integritas pasar modal Indonesia akan semakin baik.
“Saya meyakini para direksi baru di OJK maupun BEI memiliki perhatian yang lebih detail, sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia,” ujarnya.
Rosan menegaskan Danantara Indonesia mendukung penuh berbagai program dan inisiatif yang akan diluncurkan dalam waktu dekat untuk memperkuat pasar modal nasional. Menurutnya, Danantara memiliki kepentingan besar terhadap keberlanjutan dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
“Sekitar 30% total kapitalisasi pasar berada di pasar modal. Karena itu, kami bersama OJK dan seluruh self-regulatory organization (SRO) berkepentingan menjaga pasar modal agar benar-benar mencerminkan valuasi perusahaan secara tepat dan memberikan persepsi positif bagi investor,” pungkas Rosan.
