NAMA Jeffrey Epstein kembali memuncaki tren pencarian global pada Minggu (1/2/2026), seiring dengan rilisnya 3 juta halaman dokumen baru oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ). Bagi generasi yang baru mengikuti kasus ini atau publik yang bertanya-tanya mengapa sosok yang sudah meninggal 7 tahun lalu ini masih menghantui elit dunia, berikut adalah profil ringkas sang “arsitek” skandal terbesar abad ini.
Siapa Jeffrey Epstein?
Jeffrey Edward Epstein (1953–2019) adalah seorang pemodal (financier) asal Amerika Serikat yang memiliki koneksi tingkat tinggi dengan politisi, bangsawan, ilmuwan, hingga selebritas dunia. Ia memulai kariernya di bank investasi Bear Stearns sebelum mendirikan perusahaannya sendiri, J. Epstein & Co., yang mengelola aset kekayaan para miliarder (hanya menerima klien dengan aset di atas 1 miliar dolar AS).
Namun, di balik citra filantropisnya, Epstein menjalankan operasi perdagangan seks anak yang masif dan terstruktur.
Modus Operandi: Pulau Neraka dan “Pijat”
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Epstein menggunakan kekayaannya untuk memikat gadis-gadis di bawah umur dengan janji karier atau uang. Bersama mitra sekaligus mantan kekasihnya, Ghislaine Maxwell (kini menjalani hukuman 20 tahun penjara), Epstein membangun jaringan “piramida” di mana korban dipaksa merekrut korban lain.
Pusat operasinya tersebar di properti mewahnya, termasuk:
- Mansion di Manhattan, New York (salah satu rumah pribadi terbesar di kota itu).
- Palm Beach, Florida.
- Little St. James, pulau pribadi di Kepulauan Virgin AS yang dijuluki penduduk lokal sebagai “Pulau Pedofil”.
Mengapa Dokumen 2026 Penting?
Epstein ditangkap pada Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks federal. Namun, pada 10 Agustus 2019, ia ditemukan tewas gantung diri di sel penjaranya di New York saat menunggu persidangan. Kematiannya (yang dinyatakan sebagai bunuh diri oleh koroner) membuat kasus pidananya gugur, sehingga banyak rahasia terkubur bersamanya.
Rilis dokumen Februari 2026 ini menjadi krusial karena membuka “kotak pandora” yang selama ini tertutup. Dokumen ini mengungkap siapa saja tamu yang pernah mengunjungi pulau pribadinya, siapa yang terbang dengan jet pribadinya (“Lolita Express”), dan siapa saja tokoh elit yang diduga menikmati layanan seksual yang disediakan Epstein. Nama-nama seperti Pangeran Andrew, Bill Clinton, Donald Trump, hingga figur baru seperti Jay-Z dan Elon Musk (berdasarkan dokumen 2026), terus dikaitkan dengan jejaring pertemanannya, meski tingkat keterlibatan mereka bervariasi.
