Aspek Penguatan PrabowonomicsUntuk memastikan konsep ini berhasil dan berkelanjutan, diperlukan penguatan pada aspek-aspekberikut:
A. Digitalisasi dan Inovasi
- Mengintegrasikan teknologi AI dan IoT dalam sektor pertanian (smart farming) untukmemastikan swasembada pangan bukan sekadar perluasan lahan, tapi peningkatanproduktivitas per hektar.
- Mendorong ekosistem startup yang mendukung rantai pasok lokal.
B. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola
- Memastikan transparansi dalam penyaluran subsidi dan bantuan agar tidak terjadi kebocoranfiskal.
- Penyederhanaan regulasi investasi untuk sektor-sektor strategis selain pertambangan.
C. Diplomasi Ekonomi Aktif
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
- Memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global (global value chain) melalui kemitraanstrategis, bukan sekadar ekspor bahan baku atau barang setengah jadi.
- Menyeimbangkan hubungan antara blok ekonomi Barat dan Timur untuk memaksimalkan aliran modal masuk.
D. Inklusivitas Keuangan
- Memperkuat perbankan dan lembaga keuangan untuk memberikan akses modal bagi UMKMyang terlibat dalam ekosistem hilirisasi.
- Peningkatan literasi keuangan masyarakat di daerah pelosok.
Kesimpulan
Prabowonomics adalah visi yang ambisius dengan landasan nasionalisme yang kuat. Keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara belanja sosial yang ekspansif dengan disiplin fiskal yang ketat, serta efektivitas birokrasi dalam mengeksekusi program di lapangan sekaligus menjaga kepercayaan pasar global yang telah dipupuk di forum internasional seperti WEF Davos.
Penulis: Kepala Kampus Politeknik LP3I Cirebon Aris Armunanto SE., Ak., MM,.
