PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandara Internasional Zurich, Rabu sore, 21Januari, waktu setempat untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Siwss. Kehadiran Indonesia dalam forum global tersebut menjadi momentum memperkuat posisiekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian dunia.
Prabowo dalam forum tersebut akan menyampaikan konsep Prabowonomics, untuk memberikan arahkonsep Pembangunan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Prabowonomics merujuk pada sekumpulan kebijakan ekonomi dan visi strategis yang diusung olehPresiden Prabowo Subianto. Inti dari konsep ini adalah kombinasi antara nasionalisme ekonomi,ketahanan pangan dan energi, serta penguatan sumber daya manusia untuk membawa Indonesiamenuju status negara maju (Indonesia Emas 2045).
Tujuan Utama Prabowonomics
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Tujuan besar dari paradigma ekonomi ini adalah mencapai kemandirian bangsa dengan pertumbuhanekonomi yang inklusif. Beberapa target spesifiknya meliputi:
- Pertumbuhan Ekonomi Tinggi: Menargetkan pertumbuhan PDB hingga 8% untuk keluar darijebakan pendapatan menengah (middle-income trap).
- Kemandirian (Swasembada): Mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan energi.
- Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Melalui intervensi langsung pada pemenuhan gizi dan bantuansosial yang tepat sasaran.
- Pemerataan Ekonomi: Memastikan hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh kelas atas, tetapijuga menyentuh akar rumput melalui hilirisasi dan ekonomi kerakyatan.
Kekuatan (Strengths)
- Keberlanjutan Strategis: Melanjutkan dan memperluas program hilirisasi industri yang telah dimulaiera sebelumnya, memberikan kepastian bagi investor.
- Fokus pada Kualitas SDM: Program seperti "Makan Bergizi Gratis" merupakan investasi jangka panjang untuk mengatasi stunting dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja masa depan.
- Stabilitas dan Keamanan: Pendekatan yang menekankan pertahanan dan stabilitas nasionalmenciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan bisnis.
- Pemanfaatan Sumber Daya Lokal: Penekanan pada ekonomi hijau dan biru (laut) memanfaatkankeunggulan komparatif geografis Indonesia.
Kelemahan dan Risiko (Weaknesses and Risks)
- Beban Fiskal yang Besar: Program-program populis berskala besar memerlukan pendanaan masifyang berisiko memperlebar defisit anggaran jika tidak dikelola dengan hati-hati.
- Risiko Proteksionisme: Narasi kemandirian yang terlalu kuat dapat dipandang sebagai kebijakanproteksionis yang mungkin memicu ketegangan dengan mitra dagang internasional.
- Kapasitas Eksekusi: Implementasi program lintas sektoral (seperti Food Estate atau makan gratis)membutuhkan koordinasi birokrasi yang sangat efisien, yang seringkali menjadi kendala di lapangan.
- Ketergantungan pada Komoditas: Meskipun didorong hilirisasi, struktur ekonomi masih sangatdipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global.
