PRESIDEN ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memberikan arahan strategis dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sabtu (31/1). Dalam pidatonya, Jokowi menyebut PSI kini telah bertransformasi menjadi “Partai Super Tbk” yang semakin inklusif dan terbuka bagi berbagai tokoh nasional maupun daerah.
Jokowi menekankan pentingnya penguatan mesin partai untuk mencapai target politik yang besar. Ia memberikan instruksi khusus agar PSI merampungkan pembangunan struktur partai hingga tingkat terbawah, yakni RT dan RW, pada akhir tahun 2026.
Selain penguatan jaringan luring (offline), ia juga meminta kader memperkuat dominasi di media sosial. Secara personal, Jokowi menyatakan kesanggupannya untuk “turun gunung” membantu konsolidasi hingga ke tingkat kecamatan di seluruh Indonesia.
Berikut Pidato Lengkap Jokowi:
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya. Om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan.
Yang saya hormati Ketua Dewan Pembina beserta seluruh jajaran. Yang saya hormati Ketua Umum, Ketua Harian, Sekjen, beserta seluruh jajaran pengurus DPP. Yang saya hormati Ketua, Sekretaris, Bendahara DPW, DPD, DPC yang pada pagi hari ini hadir. Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati.
PSI sekarang ini telah menjadi Partai Super Tbk. PSI sekarang ini semakin terbuka, semakin inklusif. Banyak yang bergabung dan akan lebih banyak lagi yang akan bergabung. Yang akan bergabung baik itu tokoh-tokoh nasional, tokoh-tokoh provinsi, tokoh-tokoh kabupaten dan kota akan lebih banyak lagi.
Semakin banyak yang bergabung artinya kita akan semakin beragam. Artinya lagi akan semakin banyak perbedaan-perbedaan. Hati-hati, akan semakin banyak perbedaan-perbedaan; perbedaan selera, perbedaan keinginan-keinginan, perbedaan kepentingan, dan perbedaan-perbedaan lainnya akan semakin banyak. Oleh sebab itu, butuh toleransi.
Kita butuh satu visi, kita butuh menjaga kerukunan, menjaga kesolidan, menjaga persatuan di antara kita.
Yang kedua, kita perlu memperkuat jaringan. Ada dua tempat yang kita perlukan untuk kita perkuat, yaitu jaringan sosial media. Perkuat jaringan dengan warganet, perkuat jaringan-jaringan dengan netizen, perkuat jaringan-jaringan online.
Yang kedua, memperkuat jaringan luring, jaringan offline, dari kota sampai ke desa semuanya harus kita perkuat. Dan yang ini bolak-balik saya sampaikan, bolak-balik saya sampaikan: perkuat, bangun struktur sampai ke kecamatan, sampai ke desa, sampai ke RT/RW.
