PEMERINTAH Kota Cirebon memperkuat sinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung dalam upaya penataan Sungai Sukalila. Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Ekspose Rencana Kerja Normalisasi dan Penataan Sungai Sukalila yang digelar di Kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung, Kamis (29/1/2026).
Pertemuan tersebut secara khusus membahas konsep dan desain penataan kawasan Sungai Sukalila yang direncanakan tidak hanya berfungsi sebagai pengendali aliran sungai, tetapi juga dikembangkan menjadi ikon baru wisata Kota Cirebon. Proyek penataan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Wali Kota Cirebon menyambut positif desain yang disusun oleh tim BBWS, yang mengedepankan keterpaduan antara fungsi teknis sungai dan estetika ruang publik. Menurutnya, kolaborasi antara Pemkot dan BBWS menjadi langkah strategis untuk menghadirkan wajah baru Sungai Sukalila yang lebih tertata dan bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
“Penataan Sungai Sukalila ini merupakan terobosan penting. Kami ingin hasilnya tidak hanya baik secara teknis, tetapi juga memberikan nilai estetika dan kebanggaan bagi warga Kota Cirebon,” ujar Wali Kota.
Rencana penataan Sungai Sukalila mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari pelaksanaan pekerjaan fisik yang akan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026, hingga penguatan konsep kawasan. Dari sisi penamaan, Pemkot Cirebon berencana melibatkan budayawan lokal untuk menentukan nama kawasan yang ikonik namun tetap berakar pada nilai sejarah, dengan beberapa usulan awal seperti Teras Sukalila atau Lebak Sukalila.
Selain bersumber dari anggaran pemerintah, proyek ini juga membuka peluang kontribusi dari sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dana CSR tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan fasilitas tambahan, seperti jembatan penghubung antara kawasan Kalibaru dan Sukalila, serta pemeliharaan rumah ibadah di sekitar aliran sungai.
Untuk mendukung fungsi wisata, Pemkot Cirebon juga melakukan peninjauan terhadap pengaturan lalu lintas, termasuk evaluasi sistem satu arah dan penyediaan lahan parkir yang memadai di sekitar kawasan penataan.
Menanggapi kendala teknis di lapangan, terutama keterbatasan armada pengangkut material, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan dukungan maksimal. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengoptimalkan penggunaan dump truck yang tersedia agar proses normalisasi sungai berjalan sesuai jadwal.
