PEMERINTAH Amerika Serikat memasuki penutupan (shutdown) parsial sementara pada Sabtu, 31 Januari 2026, setelah Kongres gagal mengesahkan undang-undang pendanaan sebelum tenggat waktu tengah malam.
Meski Senat AS meloloskan paket pendanaan pada Jumat dengan suara 71 berbanding 29, rancangan tersebut masih membutuhkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat AS, yang diperkirakan baru kembali bersidang di Washington pada Senin.
Dikutip dari Anadolu Agency, paket pendanaan itu mencakup lima rancangan undang-undang anggaran jangka panjang, serta perpanjangan pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) selama dua pekan guna memberi waktu tambahan bagi perundingan terkait penegakan imigrasi.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Namun, langkah tersebut mendapat penolakan dari Partai Demokrat di Senat. Pemimpin Mayoritas Demokrat Senat Chuck Schumer menyatakan pihaknya tidak akan mendukung paket tersebut selama masih memuat alokasi dana untuk DHS.
Penolakan itu muncul setelah agen imigrasi federal di negara bagian Minnesota menembak mati warga negara AS Alex Pretti, yang menjadi kasus kematian kedua akibat tindakan aparat imigrasi bulan ini.
Jika DPR AS mengesahkan paket pendanaan tersebut pada awal pekan depan, gangguan terhadap operasional pemerintah diperkirakan akan terbatas. Di Washington, minat untuk mengulang shutdown panjang seperti yang berlangsung selama 43 hari pada akhir tahun lalu dinilai relatif kecil.
Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries mengatakan Partai Demokrat akan mengevaluasi paket belanja negara yang disahkan Senat sebelum menentukan langkah legislasi selanjutnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump harus menyusun peta jalan yang jelas dan mengikat untuk mereformasi US Immigration and Customs Enforcement (ICE) serta lembaga-lembaga di bawah DHS yang dinilai bertindak berlebihan.
Sementara itu, Direktur Office of Management and Budget Russ Vought telah menginstruksikan sejumlah lembaga federal yang pendanaannya berakhir pada tengah malam untuk mulai menyiapkan langkah-langkah shutdown teratur.
Lembaga tersebut mencakup departemen pertahanan, keamanan dalam negeri, luar negeri, keuangan, tenaga kerja, kesehatan, pendidikan, transportasi, serta perumahan dan pembangunan perkotaan.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
“Karena kini jelas bahwa Kongres tidak akan menyelesaikan tugasnya sebelum masa berlaku anggaran berakhir, lembaga terkait harus menjalankan rencana shutdown secara tertib,” kata Vought dalam memo internal.
