Menhan: Tantangan Pertahanan Indonesia Tidak Hanya Bersifat Militer, Ancaman Terbesar Kedaulatan Ekonomi

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin
0 Komentar

MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi nasional dari berbagai praktik yang berpotensi merugikan negara. Menurutnya, tantangan pertahanan Indonesia saat ini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi.

Hal itu disampaikan Sjafrie saat memberikan sambutan di hadapan 160 peserta Retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kementerian Pertahanan, Bogor, Sabtu (31/1/2026).

“Ancaman terbesar kita hari ini adalah kedaulatan ekonomi. Ada aktivitas usaha yang secara administratif terlihat legal, tapi dalam praktiknya justru merugikan negara,” kata Sjafrie.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Ia menyoroti masih adanya kebocoran ekonomi yang terjadi akibat penyelundupan sumber daya alam, manipulasi perizinan, hingga penghindaran kewajiban kepada negara. Praktik-praktik tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada penerimaan negara dan kesejahteraan masyarakat.

Sjafrie juga menyampaikan data yang menunjukkan konsentrasi penguasaan ekonomi nasional berada pada segelintir pelaku usaha besar. Kondisi ini, kata dia, membuat struktur ekonomi menjadi rentan jika tidak dikelola dengan tata kelola yang adil dan transparan.

Ia mencontohkan penyelundupan komoditas seperti timah, sawit, dan hasil tambang lain yang sejak lama terjadi dan menimbulkan kerugian besar. Padahal, kekayaan alam tersebut seharusnya menjadi modal utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Karena itu, pemerintah saat ini tengah melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan dan perkebunan ilegal, termasuk evaluasi serta pencabutan izin sejumlah korporasi. Langkah tersebut, menurut Sjafrie, merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara.

“Kita sedang membenahi tata kelola. Negara tidak boleh terus kehilangan haknya,” ujarnya.

Ia menilai, lemahnya pengawasan memberi ruang tumbuhnya praktik-praktik yang menyimpang. Akibatnya, manfaat ekonomi tidak dirasakan secara merata oleh masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan itu, Sjafrie menegaskan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan angkat senjata. Menjaga ekonomi nasional dari kebocoran juga merupakan bagian penting dari upaya pertahanan.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

“Melindungi negara adalah tugas bersama. Setiap warga negara punya peran, termasuk dunia usaha, agar ekonomi kita kuat dan berkeadilan,” katanya.

Ia pun mengajak insan pers untuk turut mengawal isu-isu ekonomi strategis dan mendorong praktik usaha yang sehat dan bertanggung jawab.

0 Komentar