Mengenal Morgan Stanley Capital International yang Picu Indeks Harga Saham Gabungan Anjlok

IHSG Rabu, 28 Januari 2026. (Dok. IHSG)
IHSG Rabu, 28 Januari 2026. (Dok. IHSG)
0 Komentar

BURSA Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan saham atau trading halt pada Kamis (29/1/2026) pukul 09:26:01 WIB. Salah satu penyebab turunnya IHSG adalah pengumuman dari pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Apa iti MSCI?

Pelaku pasar mencemaskan kemungkinan status pasar modal Indonesia ditinjau ulang. Jika hingga Mei 2026 tidak ada perbaikan signifikan dalam aspek aksesibilitas pasar, menurut MSCI, Indonesia berisiko diturunkan dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market.

Sedangkan tindakan pembekuan sementara perdagangan saham atau trading halt dilakukan karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga 8%, yang menandakan tekanan jual sangat tinggi di pasar.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Pembekuan ini bersifat sementara, dan perdagangan dilanjutkan 30 menit kemudian pada pukul 09:56:01 WIB tanpa mengubah jadwal perdagangan yang sudah ditentukan.

Tujuan dari trading halt adalah untuk menjaga pasar agar tetap teratur, wajar, dan efisien, sehingga investor memiliki waktu untuk mencerna informasi pasar dan menghindari kepanikan yang dapat memperburuk penurunan harga saham.

Mengenal MSCI Penyebab IHSG Turun

Melansir dari laman GoTrade, MSCI atau Morgan Stanley Capital International, adalah perusahaan penyedia indeks saham global yang berperan penting dalam menggerakkan arus dana internasional, termasuk ke pasar modal Indonesia.

MSCI membuat “peta” kinerja pasar saham di berbagai negara dan menyediakan alat analisis bagi investor besar, seperti hedge fund, manajer investasi, dan institusi keuangan.

Salah satu produk terkenalnya adalah MSCI Emerging Market Index, yang memantau saham-saham di negara berkembang dan menjadi tolok ukur bagi pertumbuhan ekonomi mereka.

Sistem MSCI menggunakan metode bobot berdasarkan kapitalisasi pasar (market cap-weighted), artinya saham dengan nilai pasar terbesar memiliki pengaruh terbesar terhadap pergerakan indeks.

Setiap kuartal, MSCI meninjau ulang komposisi indeksnya, menambah, menghapus, atau menyesuaikan bobot saham, untuk memastikan indeks tetap akurat dan relevan dengan kondisi pasar.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Keputusan ini secara otomatis memaksa manajer investasi global menyesuaikan portofolio mereka, sehingga perubahan kecil dalam indeks bisa memicu gelombang beli atau jual yang masif di bursa negara yang terkait. Inilah sebabnya MSCI disebut sebagai “penggerak dana global” yang sangat berpengaruh.

0 Komentar