PUSLABFOR Bareskrim Mabes Polri dilibatkan dalam pengungkapan kasus kematian selebgram Lula Lahfah. Puslabfor menemukan deoxyribonucleic acid atau DNA Lula Lahfah ada di tabung Whip Pink.
Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Pembina Azhar Darlan, menjelaskan sejumlah barang bukti dilakukan pemeriksaan setelah meninggalnya Lula Lahfah. Barang bukti yang dilakukan pemeriksaan termasuk tisu, kapas, dan tabung Whip Pink.
“Setelah kami melakukan pemeriksaan, kami dapat simpulkan bahwa benar bahwa pada seprai terdapat bercak darah pada tisu atau kapas bekas pakai terdapat bercak darah dan pada satu buah tabung Whip Pink itu muncul profil DNA,” kata Azhar di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Hasil pemeriksaan forensik, ditemukan DNA Lula Lahfah di tabung Whip Pink. Bercak darah yang ditemukan di lokasi kejadian juga diketahui hanya milik Lula Lahfah.
“Kesimpulannya bahwa bercak darah yang ada pada seprai, bercak darah pada kapas dan tisu, dan touch DNA atau DNA sentuhan, profilnya itu adalah milik Saudari LL, dan Saudari LL ini adalah anak biologis daripada Saudara Muhammad Feroz,” ujarnya.
Selanjutnya, berdasarkan pemeriksaan toksikologi terhadap sejumlah barang bukti, termasuk sejumlah obat yang ditemukan, dari seluruh barang bukti yang ditemukan, tidak ditemukan pestisida alkohol hingga sianida.
“Dari semua 16 item ini, untuk pestisida, alkohol, arsen, sianida tidak ditemukan. Kemudian untuk bahan kimia dan obat-obatan, untuk 8 pound berbagai merek dan jenis, itu ditemukan adanya gliserin dan nikotin,” ucap Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Rofik.
“Kemudian untuk botol likuid berbagai merek, ditemukan sama, nikotin dan gliserin. Yang pada obat 44 tablet, berdasarkan ukuran, bentuk, warna, tablet itu kami golongkan dalam 8 golongan bersama bentuk. Dari tablet tersebut kami analisa ada kandungan bahan aktif. Di antara bahan aktif yang kami temukan ada namanya citalopram, dietilpropion, sulfurik, mepivakain, ekanit, citalopram, paromomycin, kemudian ada clozapin,” sambungnya.
Tabung Whip Pink yang ditemukan di lokasi kejadian yang identik dengan DNA Lula Lahfah sudah dalam kondisi kosong. Namun dilakukan uji pembanding dengan merek dan ukuran yang sama, ditemukan kandungan nitrous oxide.
