Sorotan pada Latar Belakang Orang Tua Pelapor
Kasus ini menjadi semakin sensitif karena siswi G diketahui merupakan anak dari anggota Polri aktif yang bertugas di Polsek Kadugede. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran publik akan adanya konflik kepentingan dan potensi penyalahgunaan pengaruh.
Sejumlah pihak menilai, apabila orang tua yang berlatar belakang aparat diduga terlibat dalam mendorong laporan, maka hal tersebut harus diuji secara etik dan profesional, demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Desakan Tegas Libatkan PROPAM Polri
Atas dasar berbagai kejanggalan tersebut, publik dan pemerhati hukum mendesak agar Divisi Profesi dan Pengamanan (PROPAM) Polri segera turun tangan untuk:
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
- Memeriksa peran oknum anggota Polri terkait
- Menelusuri dugaan hasutan, tekanan, atau intervensi
- Memastikan tidak terjadi penyalahgunaan wewenang
- Menjamin proses hukum berjalan objektif, transparan, dan berkeadilan
Pelibatan PROPAM dinilai penting untuk memastikan bahwa hukum tidak dijadikan alat balas dendam atau kepentingan pribadi, sekaligus menjaga marwah institusi Polri.
Guru Siap Buka Seluruh Bukti
Pihak guru I menegaskan kesiapannya untuk membuka seluruh bukti, termasuk:
- Riwayat chat permintaan motor dan nilai
- Kronologi waktu kejadian
- Bukti kepemilikan handphone
- Saksi-saksi di lingkungan sekolah
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polsek Kadugede maupun keluarga siswi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak yang disebutkan.
