GOLDMAN Sachs menurunkan rekomendasi saham Indonesia setelah MSCI memperingatkan potensi penurunan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.
MSCI menyoroti masalah investabilitas, terutama jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan (free float) yang rendah, sehingga likuiditas terbatas dan harga saham bisa lebih mudah terpengaruh.
Goldman Sachs menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight. Jika terjadi skenario terburuk menurut Goldman Sachs, arus keluar dana dari pasar saham Indonesia bisa berada di rentang sekitar 36,9-130,9 triliun rupiah.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Penurunan peringkat saham Indonesia ini turut disorot oleh media internasional. Seperti diberitakan Reuters, banyak investor asing telah menarik diri dari Indonesia karena kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mengkhawatirkan.
Prabowo memperlebar defisit anggaran dan meningkatkan keterlibatan negara dalam pasar keuangan. Kepercayaan investor juga terguncang setelah pengangkatan Thomas Djiwandono, keponakan presiden, menjadi pejabat tinggi di Bank Indonesia.
Sri Mulyani Indrawati juga dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadhewa membuat rupiah melemah ke level terendah, sehingga menambah tekanan pada pasar.
Apa Itu Goldman Sachs
Goldman Sachs merupakan lembaga jasa keuangan global terkemuka yang menyediakan berbagai layanan keuangan bagi perusahaan, institusi keuangan, pemerintah, dan individu di seluruh dunia.
Didirikan pada tahun 1869 dan berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, Goldman Sachs telah beroperasi selama lebih dari satu abad dan memiliki jaringan kantor di lebih dari 60 kota yang mencakup pusat-pusat keuangan utama di Amerika, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia.
Sebagai bank investasi global, Goldman Sachs berperan penting di pusat pasar modal dunia untuk membantu klien mencapai tujuan bisnis dan keuangan mereka. Kegiatan usahanya terbagi dalam beberapa segmen utama, yaitu Global Banking & Markets, Asset & Wealth Management, serta Platform Solutions.
Melalui segmen Global Banking & Markets, Goldman Sachs menyediakan layanan penasihat keuangan strategis seperti merger dan akuisisi, restrukturisasi, penjaminan emisi saham dan obligasi, pembiayaan korporasi, serta transaksi pasar modal dan derivatif.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Segmen Asset & Wealth Management berfokus pada pengelolaan aset dan kekayaan klien melalui berbagai instrumen investasi, termasuk saham, obligasi, real estat, private equity, dan perencanaan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan klien.
