1.000 Drone Baru, Panglima Militer Iran Bersumpah Siap Respons Dahsyat

Drone Iran
Drone Iran
0 Komentar

MILITER Iran telah menambahkan 1.000 drone baru ke resimen tempurnya. Panglima militer Iran pun bersumpah akan memberikan respons dahsyat terhadap serangan apa pun.

Ini disampaikan setelah Amerika Serikat mengerahkan armada militernya ke perairan kawasan tersebut.

“Sesuai dengan ancaman yang kita hadapi, mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategis untuk pertempuran cepat dan respons yang menghancurkan terhadap invasi apa pun… selalu ada dalam agenda militer,” kata panglima militer Iran Amir Hatami, seperti dikutip oleh televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa “armada” militer AS lainnya saat ini sedang berlayar menuju ke Iran. Ini disampaikannya setelah militer AS mengumumkan kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah.

Namun demikian, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (28/1/2026), Trump juga mengharapkan agar Teheran dapat mencapai kesepakatan dengan Washington, di tengah ketegangan yang semakin memuncak.

“Ada armada indah lainnya yang sedang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini,” kata Trump dalam pidatonya pada Selasa (27/1) waktu setempat. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal “armada lainnya” tersebut.

Trump juga berharap Teheran membuat kesepakatan dengan Washington. “Saya harap mereka mencapai kesepakatan,” ujarnya.

Sejak Iran melakukan penindakan keras terhadap para demonstran yang memprotes pemerintah, yang diwarnai pemadaman internet secara total, pada awal bulan ini, Trump telah memberikan sinyal yang beragam mengenai intervensi militer.

Intervensi militer AS dianggap, oleh para penentang kepemimpinan ulama di Iran, sebagai satu-satunya cara untuk mewujudkan perubahan di Teheran.

Awal bulan ini, Trump hampir saja memerintahkan serangan terhadap target rezim di Iran terkait pembunuhan ribuan demonstran di negara tersebut. Namun dia menunda keputusannya, sembari juga mengerahkan aset-aset militer AS ke kawasan tersebut.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Militer AS telah mengumumkan bahwa USS Abraham Lincoln, yang didampingi tiga kapal perang yang dilengkapi rudal Tomahawk, telah memasuki wilayah tanggung jawab Pusat Komando AS (CENTCOM) di Timur Tengah pada Senin (26/1). Pengerahan itu juga mencakup sejumlah jet tempur F-15 dan jet tempur siluman F-35.

0 Komentar