KOMISI III DPR RI menggelar rapat dengan jajaran Polresta Sleman, Kajari Sleman, dan pihak Hogi Minaya (43) yang dijadikan tersangka usai bela istrinya dari jambret, Rabu (28/1).
Dalam rapat itu pihak Hogi Minaya dan Polres Sleman menjelaskan kronologi peristiwa meninggalnya dua orang penjambret di Jalan Jogja-Solo, Sleman pada April tahun lalu. Dalam peristiwa itu, Hogi yang mengejar penjambret istrinya ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.
Pengacara Hogi, Teguh Sri menjelaskan Istri kliennya yakni Arsita Ningtyas memiliki usaha makanan ringan atau snack yang biasa mendapat pesanan dari instansi atau hotel.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Saat itu pada 26 April pagi, Arsita hendak mengantar snack pesanan ke salah satu hotel di Jalan Jogja-Solo. Dalam perjalanan itu, Arsita yang mengendarai motor bertemu dengan suaminya yang membawa mobil.
“Tidak disangka, tidak diduga tiba-tiba bertemu Mas Hogi, Mba Arista mengendarai sepeda motor bertemu Mas Hogi di turunan fly over Janti, Mas Hogi naik mobil. Sama-sama mau mengantar pesanan snack di hotel Grand Diamond,” kata Teguh dalam rapat dengan Komisi III DPR RI.
Ia mengatakan saat itu, Hogi melihat dua orang berboncengan mendekati istrinya.
Dua orang itu kemudian mengambil tas yang ada di dalam dagangan Arista dengan menggunakan pisau kecil serbaguna atau cutter. Saat itu, kata Teguh, Arista sudah berteriak adanya jambret.
Hogi yang menggunakan mobil lalu mengejar penjambret itu.
“Kemudian dilakukan pengejaran terhadap jambret yang berboncengan, yang di belakang masih membawa cutter, Mas Hogi berusaha menghentikan,” katanya.
Ia mengatakan saat itu penjambret justru semakin kencang mengendarai sepeda motornya, hingga terjadi kontak dengan kendaraan yang dipacu Hogi.
“Sehingga terjadi body contact begitu, kemudian penjambret ini sepeda motornya masuk ke jalur trotoar yang kemudian menabrak tembok kemudian terpental dan ke aspal, kemudian yang pembonceng ini, dalam kondisi tidak sadar diri dua-duanya. Pembonceng masih menggenggam cutter,” katanya.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Teguh menjelaskan tindakan Hogi mengejar penjambret itu ada sebabnya. Ia mengatakan Hogi ingin menyelamatkan tas istrinya yang diambil penjambret.
“Mas Hogi melakukan pengejaran terhadap jambret kan ada sebab musababnya, ada causa, ketika istrinya disikapi seperti itu, dan ingin tas itu kembali pada dia dan istrinya. Mungkin tak seberapa isi tas, untuk uangnya nominalnya, tapi banyak tagihan terkait pesanan snack yang itu juga harus diselamatkan,” katanya.
