Prancis Kirim Kapal Induk Bertenaga Nuklir Charles de Gaulle ke Atlantik Utara Terkait Wilayah Greenland

Kapal induk Angkatan Laut Prancis FS Charles de Gaulle (R91) meninggalkan Toulon, Prancis - 27 Januari 2026. (
Kapal induk Angkatan Laut Prancis FS Charles de Gaulle (R91) meninggalkan Toulon, Prancis - 27 Januari 2026. (Hervé Dermoune Photography)
0 Komentar

PRANCIS dilaporkan telah mengirimkan kapal induk bertenaga nuklir ke Atlantik Utara. Pengerahan armada perang ini dilakukan di tengah gejolak geopolitik antara Eropa-Amerika Serikat (AS) terkait wilayah Greenland.

Seturut kantor berita AFP, Kementerian Pertahanan Prancis telah mengonfirmasi pengerahan kapal induk bertenagaa nuklir andalan mereka, Charles de Gaulle. Kapal ini disebut telah berlayar menuju Atlantik Utara sejak Selasa (27/1/2026).

Kementerian pertahanan Prancis tak menyebut secara spesifik lokasi penempatan Charles de Gaulle di Atlantik. Namun, armada perang Prancis ini meliputi kapal induk dan pesawatnya, juga kapal pendukung seperti fregat pertahanan udara, kapal pasokan, dan kapal selam serang.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Melansir Eurasian Times, Charles de Gaulle merupakan satu-satunya kapal induk di Angkatan Laut Prancis. Kapal ini mulai berlayar pada 2001 dan memiliki bobot 42.000 ton, jauh lebih kecil dari kapal induk AS yang memiliki bobot 100.000 ton.

Kapal tersebut biasanya beroperasi dengan 40 pesawat, termasuk jet Rafale-Marine, EW E-2C Hawkeye, dan helikopter macam NH90. Charles de Gaulle sebelumnya terlibat dalam beberapa operasi militer, seperti Operasi Enduring Freedom pasca peristiwa 9/11, operasi lepas pantai Libya pada 2011, hingga operasi penyerangan ISIS di Irak dan Suriah.

Pengerahan armada perang ini juga diproyeksikan bakal diikuti oleh negara-negara sekutu Prancis lainnya.

Menurut sumber anonim AFP, armada perang Prancis yang dipimpin kapal Charles de Gaulle ini akan berada di Atlantik Utara untuk mengikuti latihan militer Orion 26. Latihan ini disebut sebagai “latihan gabungan dan sekutu berskala besar”.

“Latihan ini, yang akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang di zona Atlantik — wilayah strategis untuk pertahanan kepentingan Eropa — akan menyatukan pasukan Prancis bersama sekutu dan mitra regional mereka,” kata sumber tersebut.

Sementara itu, ketegangan kawasan Euro-Atlantik masih terus terjadi. Meskipun Presiden AS Donald Trump telah menyatakan bahwa ia mengesampingkan invasi militer ke Greenland, namun ancaman pemberian tarif impor kepada negara Eropa yang menolak upaya AS mencaplok Greenland masih berlaku.

Di Eropa, seruan untuk mengakhiri kerja sama militer dengan AS mulai berkembang. Sejumlah pihak juga mulai menganjurkan agar Uni Eropa mengambil sikap yang lebih keras terhadap Trump.

0 Komentar