Bahar juga berbagi pengalamannya terkait dunia penerbitan buku bertema politik dan kebijakan publik.
Ia menyebut bahwa tidak semua naskah yang ia tulis dapat diterbitkan dan beredar secara luas, karena berbagai pertimbangan di luar aspek penulisan.
Bahar mengemukakan pandangannya mengenai pentingnya regenerasi kepemimpinan dalam organisasi besar seperti Polri.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Menurutnya, berdasarkan praktik dan preseden yang ia amati, masa jabatan Kapolri pada umumnya berlangsung dalam rentang waktu tertentu. Sirkulasi kepemimpinan memiliki peran dalam menjaga dinamika organisasi dan pengembangan karier sumber daya manusia di internal kepolisian.
“Ini saya sampaikan dari sudut pandang manajemen organisasi. Regenerasi penting agar institusi tetap dinamis,” katanya yang akrab disapa Peci Miring ini.
Ia juga menyinggung perlunya mekanisme pengawasan dan evaluasi berkelanjutan dalam kepemimpinan institusi penegak hukum. Menurutnya, diskursus publik mengenai tata kelola kepolisian merupakan bagian dari proses demokrasi.
Selain itu, Bahar menyampaikan pandangannya terkait hubungan Polri dengan dinamika politik nasional, terutama dalam konteks penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Isu netralitas aparat penegak hukum merupakan perhatian publik yang perlu terus dijaga.
“Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sangat bergantung pada persepsi netralitas dan profesionalisme,” pungkas penulis buku Gibran The Next President ini.
