PASUKAN Pengamanan Presiden (Paspampres) buka suara usai viral anggotanya ditegur jurnalis Inggris saat melakukan pengamanan kunjungan Presiden Prabowo Subianto. Paspampres memberikan penjelasan.
Dalam video singkat itu terlihat seorang anggota Paspampres yang meminta maaf kepada jurnalis setempat untuk tidak mengambil gambar. Namun, salah seorang jurnalis protes dan menegaskan bahwa tidak boleh ada pembatasan peliputan di tempat umum. Usai mendengarkan penjelasan, anggota Paspampres itu lalu mundur.
Asintel Danpaspampres Kolonel Inf Mulyo Junaidi mengatakan anggotanya sudah menjalankan tugas sesuai standar prosedural yang berlaku. Ia memastikan tidak ada kesalahan SOP dari tindakan dan ucapan anggota paspampres tersebut.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
“Sehubungan dengan beredarnya konten footage yang beredar di media sosial terkait anggota Paspampres yang sedang menjalankan tugas di London, setelah melalui investigasi mendalam, dapat kami sampaikan bahwa yang bersangkutan telah menjalankan tugas pengamanan kepala negara sesuai dengan SOP/standard operating procedure yang berlaku,” ujar Mulyo, Rabu (28/1/2026).
“Tindakan dan ucapan dari yang bersangkutan seperti yang terlihat di footage tersebut sudah proporsional dan sesuai dengan prosedur yang harus dilakukan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan berbagai pihak. Mulyo menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas pengamanan secara profesional demi menjamin keselamatan Kepala Negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Paspampres mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan dan berkomitmen untuk terus menjamin keselamatan Kepala Negara sesuai ketentuan,” ujarnya.
