Keir Starmer Temui Xi Jinping: Kunjungan Pertama ke Tiongkok Sejak 2018, Inggris Pererat Hubungan dengan China

Keir Starmer sedang melakukan perjalanan ke Beijing untuk bertemu dengan Xi Jinping dari Tiongkok. Ini adalah
Keir Starmer sedang melakukan perjalanan ke Beijing untuk bertemu dengan Xi Jinping dari Tiongkok. Ini adalah kunjungan pertama ke Tiongkok oleh Perdana Menteri Inggris sejak 2018 (STEFAN ROUSSEAU/POOL/AFP/Getty Images)
0 Komentar

PERDANA Menteri Inggris Keir Starmer melakukan kunjungan ke China untuk mempererat hubungan diplomatik kedua negara.

Kunjungan ini menandai pertemuan pertamanya dengan Presiden Xi Jinping di Beijing dalam delapan tahun.

Melansir situs AFP, kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan diplomatik sekaligus membuka peluang perdagangan, meski Inggris tetap waspada terhadap isu keamanan nasional.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Starmer datang bersama rombongan eksekutif industri untuk mempromosikan bisnis Inggris melalui UK-China CEO Council, sebuah badan yang telah lama tidak aktif.

Dewan ini dibentuk pada 2018, dan pernah mengumpulkan eksekutif bisnis dari kedua negara saat hubungan berada di “Era Emas”.

Selain itu, Starmer diperkirakan akan membahas kasus Jimmy Lai, pengusaha media Hong Kong dan warga Inggris.

Xi dan Starmer juga akan menyinggung isu global lain seperti Ukraina, di mana Beijing dituding mendukung invasi Rusia melalui hubungan ekonomi dekat dengan Moskow.

Starmer juga berharap dapat menutup kesepakatan perdagangan untuk mendorong pertumbuhan domestik.

Para analisis menilai kunjungan ini lebih mengarah pada mengelola hubungan, bukan kepercayaan strategis penuh, sehingga hasilnya kemungkinan terbatas.

Kunjungan ini juga terjadi saat ketegangan Inggris-Amerika Serikat meningkat, menyusul upaya Presiden Donald Trump merebut Greenland dan ancaman tarif singkat terhadap Inggris dan sekutu NATO lainnya.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

“China mungkin bukan sekutu, tapi juga bukan musuh,” kata direktur Lau China Institute di King’s College London, Kerry Brown, kepada AFP.

Hubungan Inggris dan China mulai membaik setelah Starmer menjabat pada 2024, setelah pertemuan tertutup dengan Xi di Brasil, dan akan bekerja sama soal isu seperti perubahan iklim.

Namun, rencana kunjungan sempat tertunda karena perselisihan mengenai pembangunan “mega-kedutaan” China di London.

Gedung yang dibeli Beijing pada 2018 di bekas lokasi Royal Mint, sempat mendapat penentangan karena takut “mega-kedutaan” itu dipakai untuk spionase dan menekan aktivis HAM di Inggris.

Rencana ini akhirnya disetujui pada Selasa (27/1), sehingga China bisa mengundang Starmer, dengan juru bicara pemerintah Inggris mengatakan agen intelijen sudah menyiapkan cara untuk menangani semua risiko.

Hubungan Inggris-China sendiri pernah mencapai puncaknya dalam “Era Emas” satu dekade lalu, ketika PM David Cameron dan Presiden Xi Jinping terkenal bersenda gurau di pub Inggris.

0 Komentar