AMERIKA Serikat memperluas kehadiran militernya di Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran dengan mengirimkan kapal induk AS USS Abraham Lincoln.
Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan langkah ini diambil di tengah kebuntuan hubungan Washington-Teheran, meski Presiden Donald Trump menyatakan harapannya agar penggunaan kekuatan militer tidak diperlukan.
Menurut laporan Anadolu, kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kelompok tempurnya telah memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) di Samudra Hindia bagian barat.
Baca Juga:Paspampres Buka Suara Usai Viral Anggotanya Ditegur Jurnalis di London Saat Pengamanan Kunjungan PrabowoAlan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan Michele
Posisi ini menempatkan kapal induk tersebut dalam jarak serangan cepat ke Iran. Pengerahan itu mencakup sejumlah kapal perusak berpeluru kendali yang dilengkapi rudal jelajah Tomahawk.
Pejabat militer Amerika Serikat mengatakan, jika diperintahkan oleh Gedung Putih, USS Abraham Lincoln dapat melancarkan operasi dalam satu hingga dua hari. Dua sumber menyebutkan, perubahan posisi kapal induk itu memungkinkan Amerika Serikat memberikan dukungan lebih cepat terhadap potensi operasi militer yang menargetkan Iran.
Penguatan Udara dan Sistem Pertahanan
Selain armada laut, Pentagon telah mengirim sekitar selusin pesawat tempur F-15E tambahan ke kawasan Timur Tengah untuk memperkuat kemampuan serangan. Menurut pejabat Amerika Serikat, Washington juga mengerahkan tambahan sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD untuk melindungi pasukan Amerika dari kemungkinan serangan balasan rudal jarak pendek dan menengah Iran.
Pembom jarak jauh yang berbasis di Amerika Serikat saat ini berada dalam status siaga tinggi. Pentagon meningkatkan tingkat kewaspadaan sekitar dua pekan lalu setelah Trump meminta opsi respons militer menyusul penindakan Iran terhadap aksi protes domestik.
Trump Sebut Langkah Pencegahan
Dilansir dari Al Jazeera, Trump menyebut pengerahan tersebut sebagai langkah pencegahan. Kepada wartawan di pesawat Air Force One setelah menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, ia mengatakan Amerika Serikat mengirimkan armada ke kawasan Teluk.
“Kami mengirim banyak kapal ke arah sana, untuk berjaga-jaga. Saya lebih memilih tidak terjadi apa-apa, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat ketat,” kata Trump. Ia juga menambahkan, “Kami memiliki armada yang bergerak ke arah itu, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya.”
