Dunia di Titik Paling Berbahaya dalam Sejarah Modern, Jam Kiamat Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam

Jam Kiamat. (SAUL LOEB/AFP/GETTY IMAGES)
Jam Kiamat. (SAUL LOEB/AFP/GETTY IMAGES)
0 Komentar

Adapun Bulletin of the Atomic Scientists didirikan pada 1945 oleh para ilmuwan yang terlibat dalam Proyek Manhattan. Pada 1947, kelompok ini memperkenalkan Jam Kiamat sebagai cara simbolik untuk menyampaikan urgensi bahaya nuklir kepada publik.

Pada titik terjauh dari tengah malam, setelah berakhirnya Perang Dingin, jarum jam tersebut pernah berada di posisi 17 menit menuju tengah malam.

Dalam beberapa tahun terakhir, waktu tersisa dari Jam Kiamat ini beralih dari satuan menit ke detik untuk mencerminkan risiko global yang memburuk dengan cepat.

Baca Juga:Paspampres Buka Suara Usai Viral Anggotanya Ditegur Jurnalis di London Saat Pengamanan Kunjungan PrabowoAlan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan Michele

Meski penilaiannya suram, para ilmuwan menegaskan jarum jam masih bisa dijauhkan dari tengah malam. Menurut mereka, hal itu hanya mungkin jika para pemimpin dunia bertindak secara kolektif untuk mengurangi ancaman nuklir, menghadapi perubahan iklim, serta menetapkan pengendalian yang efektif terhadap teknologi baru.

0 Komentar