PRESIDEN Suriah Ahmed al Sharaa membahas prospek kerja sama dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait stabilisasi dan rekonstruksi Suriah.
“Presiden Ahmed Sharaa melakukan percakapan telepon yang cukup panjang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam percakapan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan tahap transisi di Suriah serta upaya memperkuat keamanan dan stabilitas,” demikian pernyataan kantor presiden Suriah, dilansir dari Sputnik, Selasa, 28 Januari.
Selain itu kedua pemimpin itu juga membahas prospek kerja sama bilateral demi kepentingan stabilitas regional dan internasional.
Baca Juga:Paspampres Buka Suara Usai Viral Anggotanya Ditegur Jurnalis di London Saat Pengamanan Kunjungan PrabowoAlan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan Michele
Sharaa menegaskan kembali komitmen Suriah untuk sepenuhnya menjaga keutuhan wilayah, kedaulatan, dan persatuan nasional. Ia juga menekankan pentingnya penguatan upaya internasional guna mencegah kembalinya kelompok teroris, khususnya kelompok teror ISIS.
Sementara itu, Trump dilaporkan kembali menegaskan dukungan ASterhadap aspirasi rakyat Suriah untuk membangun negara yang bersatu dan kuat. Ia menyambut baik perjanjian gencatan senjata dan menyebutnya sebagai langkah penting menuju pengakhiran konflik.
Trump juga menyatakan dukunganterhadap kesepakatan terkait integrasi kelompok-kelompok bersenjata, termasuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, ke dalam struktur resmi pemerintahan.
Presiden AS itu turut menyampaikan kesiapan Washington untuk mendukung upaya rekonstruksi Suriah dengan mendorong investasi dan menciptakan iklim yang kondusif bagi modal. Ia menekankan stabilitas ekonomi Suriah merupakan elemen kunci bagi stabilitas di seluruh kawasan Timur Tengah.
Pada 18 Januari, Presiden Suriah Ahmed Sharaa dan pemimpin Pasukan Demokratik Suriah Mazloum Abdi menandatangani gencatan senjata segera menyusul pekan-pekan pertempuran sengit di Aleppo dan wilayah lain di Suriah utara.
Pada Sabtu, Kementerian Pertahanan Suriah memperpanjang gencatan senjata di seluruh garis kontak selama 15 hari.
