Situasi Keamanan Amerika Serikat Pasca Insiden Penembakan Fatal Agen ICE Picu Reaksi Keras Jerman

Kanselir Jerman Friedrich Merz
Kanselir Jerman Friedrich Merz
0 Komentar

SITUASI keamanan di Amerika Serikat (AS) yang kian fluktuatif pasca-insiden penembakan fatal oleh aparat keamanan memicu reaksi keras dari Pemerintah Jerman. Kementerian Luar Negeri Jerman, Selasa (27/1/2026), resmi mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) bagi warganya yang tengah berada atau berencana mengunjungi Negeri Paman Sam, Selasa (27/1/2026).

Langkah ini diambil menyusul tewasnya Alex Pretti (37), seorang warga negara AS yang ditembak mati oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Minneapolis, Minnesota, akhir pekan lalu. Insiden ini merupakan penembakan fatal kedua oleh agen federal di kota tersebut dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Dalam pernyataan resminya, otoritas Berlin menggarisbawahi potensi eskalasi kekerasan yang bisa meletus sewaktu-waktu akibat gelombang protes warga.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

“Di Minneapolis dan kota-kota lain, demonstrasi terkadang berujung pada bentrokan kekerasan dengan otoritas imigrasi dan keamanan. Kami meminta warga Jerman untuk tetap mengikuti informasi melalui media lokal, waspada, dan menghindari kerumunan di mana kekerasan berpotensi terjadi,” tulis Kementerian Luar Negeri Jerman di situs resminya.

Pemerintah Jerman juga meminta warganya untuk tetap tenang dan patuh terhadap instruksi aparat keamanan setempat guna menghindari risiko salah sasaran atau terjebak dalam pusaran konflik.

Kanselir Jerman Friedrich Merz tidak tinggal diam. Berbicara di Hamburg, Senin (26/1/2026), Merz secara terbuka menyatakan keprihatinannya atas tingkat penggunaan kekerasan yang dinilai sudah di luar batas kewajaran.

“Saya menganggap berita yang kami terima dari AS dalam beberapa hari terakhir memang mengkhawatirkan. Jelas ada persoalan di wilayah atau kota yang terdampak,” tegas dia.

Kanselir Merz mendesak otoritas AS untuk melakukan investigasi transparan dan akuntabel. Ia mempertanyakan apakah penggunaan senjata api oleh petugas benar-benar merupakan tindakan mendesak atau justru bentuk penyalahgunaan wewenang.

“Saya berasumsi otoritas Amerika akan menjelaskan secara gamblang apakah penembakan itu diperlukan, apakah benar ada ancaman nyata terhadap petugas. Secara jujur, tingkat kekerasan di AS saat ini sangat mengkhawatirkan,” tambahnya.

Meski Pemerintah AS berkilah bahwa penembakan tersebut adalah tindakan membela diri, narasi tersebut mulai goyah. Sejumlah rekaman video amatir yang beredar di jagat maya menunjukkan gambaran yang kontradiktif dengan klaim resmi petugas di lapangan.

0 Komentar