GAYA hidup modern yang serba cepat kerap diiringi kebiasaan makan dan minum yang kurang sehat. Tanpa disadari, pola hidup tersebut dapat meningkatkan risiko terkena Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), gangguan pencernaan kronis yang ditandai naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Banyak orang menganggapnya hanya sekadar maag biasa. Padahal, kalau dibiarkan terus tanpa diobati, penyakit ini nggak cuma bikin aktivitas harian terganggu, tapi juga bisa memicu masalah kesehatan yang jauh lebih serius ke depannya.
Berbagai penelitian membuktikan bahwa hal-hal sepele yang kita lakukan tiap hari punya pengaruh besar bikin asam lambung jadi sering kambuh.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Dikutip dari Medical News Today, berikut adalah beberapa kebiasaan yang paling sering jadi pemicunya:
Merokok
Salah satu faktor risiko yang paling sering dikaitkan dengan GERD adalah kebiasaan merokok. Menghisap lebih dari 20 batang rokok dalam sehari diketahui dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap GERD secara drastis.
Dampaknya pun terlihat berbeda pada tiap gender, dengan risiko pada perokok wanita meningkat sebesar 37 persen, sementara pada pria melonjak hingga 53 persen. Namun, kabar baiknya, langkah berhenti merokok secara medis terbukti dapat meredakan gejala sekaligus meningkatkan kualitas hidup pengidapnya
Konsumsi Kopi
Selain rokok, kebiasaan mengonsumsi kopi juga dikaitkan dengan kambuhnya GERD. Banyak penelitian mengaitkan konsumsi kopi dengan gejala GERD, tetapi para ahli masih meneliti apakah kafein benar-benar menjadi penyebab utama atau hanya memperburuk kondisi pada orang-orang tertentu.
Karena itu, respons setiap individu bisa berbeda, tergantung sensitivitas tubuh masing-masing.
Makan Besar di Malam Hari
Bukan hanya soal apa yang dikonsumsi, pola makan di malam hari juga memiliki pengaruh besar. Kebiasaan menyantap makanan dalam porsi besar atau makan sesaat sebelum tidur dapat meningkatkan risiko GERD hingga 20 persen. Hal ini terjadi karena beban kerja lambung yang berat di saat tubuh bersiap untuk beristirahat.
Oleh karena itu, sebagai langkah pencegahan, para ahli sangat menyarankan agar waktu makan terakhir dilakukan setidaknya 2 hingga 3 jam sebelum tidur. Jeda waktu ini sangat penting untuk memberi kesempatan bagi sistem pencernaan bekerja secara optimal sebelum tubuh berada dalam posisi berbaring.
