Pakar Ingatkan Amerika Serikat, Pengerahan Besar-besaran Aparat Federal Berisiko Picu Eskalasi Perang Saudara

Seorang agen federal berjaga di dekat sebuah hotel selama protes demonstrasi sebagai tanggapan atas operasi pe
Seorang agen federal berjaga di dekat sebuah hotel selama protes demonstrasi sebagai tanggapan atas operasi penegakan imigrasi federal pada hari Minggu, 25 Januari 2026, di Minneapolis.
0 Komentar

Pakar hukum dan politik Amerika Serikat memperingatkan bahwa pengerahan besar-besaran aparat federal di AS berisiko memicu eskalasi konflik domestik yang serius hingga perang saudara.

Peringatan itu disampaikan oleh profesor hukum Algernon Biddle dan profesor filsafat di Fakultas Hukum Carey Universitas Pennsylvania, Claire Finkelstein.

Dalam tulisan kolom di The Guardian, ia menyoroti laporan pengerahan sekitar 1.000 agen ICE tambahan serta sekitar 1.500 personel aktif Divisi Lintas Udara ke-11 Angkatan Darat AS dilaporkan disiapkan.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Pengerahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kemarahan publik dan aksi protes. ICE dilaporkan memperluas operasinya di wilayah tersebut.

Gubernur Minnesota Tim Walz menempatkan Garda Nasional Minnesota dalam status siaga untuk mendukung penegak hukum setempat.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menggunakan Undang-Undang Pemberontakan, sebuah langkah yang berpotensi memperluas penggunaan kekuatan militer dalam negeri.

Menurut Finkelstein, kondisi itu menyerupai skenario konflik yang pernah disimulasikan oleh Pusat Etika dan Aturan Hukum (CERL) pada Oktober 2024, di mana pengerahan pasukan federal memicu bentrokan dengan aparat negara bagian.

Ia menilai Minnesota berpotensi menjadi ujian nyata terhadap batas konstitusional penggunaan kekuatan militer domestik di AS.

Sejak 6 Januari, sekitar 2.000 agen ICE telah dikerahkan ke Minnesota untuk menangani penyelidikan dugaan penipuan.

Namun, dalam praktiknya, pengerahan itu diikuti oleh serangkaian insiden kekerasan yang memicu kecaman publik di wilayah Minneapolis.

Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Dalam sepekan terakhir, seorang perempuan bernama Renee Good (37) dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak oleh agen ICE.

Selain itu, dua demonstran dilaporkan mengalami cedera serius pada mata akibat tembakan senjata “kurang mematikan”.

Insiden lain melibatkan penggunaan gas air mata di sekitar mobil sebuah keluarga dengan enam anak, yang membuat seorang anak harus dilarikan ke rumah sakit akibat gangguan pernapasan.

Departemen Kehakiman AS kemudian membuka penyelidikan kriminal terhadap Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey atas dugaan menghalangi operasi agen federal.

Penyelidikan kriminal federal juga dilaporkan mencakup janda Renee Good dan pihak lain di sekitar insiden, memicu pengunduran diri enam jaksa AS di Minnesota sebagai bentuk protes.

0 Komentar